Mendag & Bapanas Jamin Stok Beras Nasional Surplus Meski Fortifikasi Palsu Ditarik

Menteri Perdagangan Budi Santoso Pastikan Stok Beras Nasional Aman dan Surplus Meski 25 Merek Beras Fortifikasi Palsu Ditarik. Bapanas Jamin Premium & Medium Tersedia di Pasar.
Menteri Perdagangan Budi Santoso Pastikan Stok Beras Nasional Aman dan Surplus Meski 25 Merek Beras Fortifikasi Palsu Ditarik. Bapanas Jamin Premium & Medium Tersedia di Pasar.

JAKARTA, SPN – Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan stok beras nasional tetap aman dan surplus di tengah penarikan 25 merek beras fortifikasi palsu dari peredaran.

Kemendag bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan penarikan tersebut tidak akan mengganggu pasokan beras premium dan medium di masyarakat.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Hermawan, mengatakan produk fortifikasi bermasalah sebagian besar sudah ditarik dari jaringan ritel modern. Beras premium dan medium masih tersedia di pasar tradisional dan ritel.

“Kalau dari ritel modern, (beras fortifikasi) hampir seluruhnya sudah ditarik semua. Untuk beras premium, masyarakat tidak perlu cemas karena beras premium dan medium itu masih ada di pasar tradisional,” kata Hermawan di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, pada Kamis (17/09/2026).

Menteri Perdagangan Budi Santoso sebelumnya menegaskan stok beras nasional dalam kondisi terkendali. Kemendag memantau harga melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) di lebih dari 550 pasar di 500 kabupaten/kota.

“Di lapangan, stok sembako sangat terkendali dan tidak ada kelangkaan sama sekali. Semua dalam kondisi aman, dan pemerintah terus memastikan distribusinya berjalan lancar,” ujar Budi Santoso.

Mendag juga menekankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak impor beras karena stok dalam negeri surplus.

“Arahan Presiden kan kita memang tidak impor, karena kita surplus. Di dalam negeri masih banyak, kenapa harus impor? tegasnya saat penanganan beras ilegal 250 ton di Sabang.

Data SP2KP menunjukkan harga rata-rata beras medium Rp14.500/kg dan premium Rp16.300/kg, masih dalam batas wajar. Sementara stok Bulog tercatat mencapai 2 juta ton.

Penarikan 25 merek dilakukan setelah Kementan menguji 27 merek beras fortifikasi melalui 4 laboratorium kredibel, yakni Lab IPB Bogor, BRMP, SIG, dan Eurofins. Hasilnya 25 produk Tidak Memenuhi Syarat (TMS) karena klaim vitamin tidak sesuai label, contoh vitamin B12 30 persen yang faktanya hanya 15 persen bahkan kosong.

Untuk menjaga stabilitas, Kementan dan Bulog mengguyur pasar dengan beras premium subsidi selama proses penarikan dan penegakan hukum terhadap 39 tersangka mafia beras fortifikasi.

No More Posts Available.

No more pages to load.