JAKARTA, SPN – Aktivis Islam Novel Bamukmin turut bersuara terkait kontroversi Newport yang mencuat setelah tantangan menghafal Surat Ad-Dhuha dengan hadiah minuman beralkohol dalam gelaran The Sounds Project Vol. 9 menjadi sorotan publik.
Novel meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah tegas, termasuk menutup Newport dan mengevaluasi kepemilikan saham Pemprov DKI di PT Delta Djakarta Tbk yang memproduksi Anker Bir.
“Tutup Newport dan tarik saham Pemprov DKI di Anker Bir,” ujar Novel Bamukmin, Ketua Bidang Dakwah DPP GPMI melalui keterangan resminya, Kamis, (13/8/2026).
Novel menilai penggunaan ayat Al-Qur’an dalam aktivitas yang dikaitkan dengan pemberian minuman beralkohol telah melukai sensitivitas umat Islam.
“Ramainya isu penghinaan agama terhadap Islam, khususnya Al-Qur’an, dihina melalui Surat Ad-Dhuha yang dijadikan challenge oleh produk miras yaitu OT (Orang Tua) dengan nama Newport. Bagi siapa yang hafal Surat Ad-Dhuha akan mendapatkan bir gratis,” katanya.
Ia juga menyoroti dampak peredaran minuman beralkohol terhadap masyarakat. Menurutnya, Islam secara tegas mengharamkan minuman keras.
“Miras jelas memang merusak moral bangsa di mana pun miras itu berada. Islam jelas mengharamkan miras karena dalam hadis Nabi Muhammad jelas, miras adalah kunci kerusakan,” ujarnya.
Novel kemudian mengaitkan polemik Newport dengan kepemilikan saham Pemprov DKI di PT Delta Djakarta Tbk. Ia menilai pemerintah daerah perlu mengambil sikap konsisten terhadap kebijakan kepemilikan saham pada perusahaan minuman beralkohol.
“Dengan begitu kita jadi ingat peranan PDIP lewat DPRD DKI ketika diketuai Prasetyo Edi Marsudi menolak pencabutan saham miras di PT Delta atau Anker Bir,” tuturnya.
Berdasarkan data Badan Pembinaan BUMD DKI Jakarta, Pemprov DKI masih memiliki 26,25 persen saham PT Delta Djakarta Tbk. Sementara itu, San Miguel Malaysia Pte Ltd menguasai 58,33 persen dan saham publik sebesar 15,42 persen.
Novel juga mengapresiasi perhatian Gubernur DKI Jakarta terhadap polemik Newport yang telah menjadi perhatian publik.
“Apresiasi tentunya untuk Gubernur DKI karena mau peduli terhadap kerusakan umat Islam sebagai dampak dari miras,” katanya.
Ia berharap pemerintah daerah tidak berhenti pada perhatian terhadap polemik Newport, tetapi juga mengevaluasi kebijakan kepemilikan saham Pemprov DKI pada perusahaan minuman beralkohol.
“Kami berharap Pemprov DKI mencabut sahamnya di Anker Bir karena gubernur dan wakilnya punya wewenang untuk itu kepada instansi terkait. Newport juga segera ditutup,” tegas Novel. ***








