JAKARTA, SPN – Rupiah masih tertekan mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada awal pekan ini.
Berdasarkan penutupan perdagangan Senin 28 September 2026, rupiah ditutup melemah 75 poin (0,42 persen) ke level Rp17.978 per dolar AS dari penutupan sebelumnya Rp17.903. Pada pembukaan Senin pagi, rupiah sempat di level Rp17.948 per dolar AS.
Sementara acuan resmi Bank Indonesia JISDOR per 28 September berada di level Rp17.917 per dolar AS.
Untuk perdagangan hari ini Selasa (29/09/2026), analis Doo Financial Futures Lukman Leong memproyeksi pergerakan rupiah masih dalam rentang terbatas di kisaran Rp17.800 – Rp17.900 per dolar AS, dengan skenario pelebaran ke Rp17.900 – Rp18.000.
Faktor Pemicu Melemah:
– Imbal hasil obligasi AS kembali naik
– Harga minyak dunia bertahan di atas US$90/barel, menekan fiskal
– Prospek kenaikan suku bunga The Fed setelah data durable goods AS lebih kuat dari perkiraan (0 persen vs proyeksi -0,4 persen)
– Sentimen geopolitik Timur Tengah setelah AS menolak proposal Iran terkait Selat Hormuz.
BI sendiri akan merilis kurs tengah JISDOR hari ini sekitar pukul 15.15 WIB.







