JAKARTA, SPN – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi kembali bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Jumat (09/10/2026) hari ini.
Mengutip data pasar spot, rupiah ditutup melemah 28 poin (0,16 persen) ke level Rp 17.915 per dolar AS pada Kamis sore (08/10), dari sebelumnya Rp 17.887.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak di rentang Rp 17.910 – Rp 17.950 per dolar AS.
Kurs Acuan Hari Ini:
Berdasarkan kurs tengah acuan hari ini:
– USD: Jual Rp 17.979, Beli Rp 17.801, Tengah Rp 17.890
Sentimen Pendorong:
1. Geopolitik Timur Tengah: Konflik AS-Israel dan Iran yang memasuki bulan kedelapan meningkatkan ancaman pelayaran minyak di Selat Hormuz yang mengangkut 20 persen pasokan global, memicu gejolak harga minyak.
2. The Fed: Pasar menunggu data klaim pengangguran AS malam ini. Ekspektasi suku bunga The Fed masih akan ditahan di Oktober, tapi peluang kenaikan di Desember masih terbuka karena inflasi energi.
3. Domestik: Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia masih di atas 100, menunjukkan optimisme, jadi penopang tipis rupiah di kisaran Rp 17.850 – Rp 17.950.
Untuk transaksi valas hari ini, disarankan cek kurs e-rate bank sebelum tukar. Bank BCA, Mandiri, BRI, BNI ada di kisaran Rp 17.880 – Rp 17.965.







