JAKARTA, SPN — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau sejumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di kawasan Gempol, Kelurahan Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Kamis (13/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Maruarar memastikan sebanyak 356 rumah tidak layak huni di Kelurahan Cakung Timur akan mendapatkan program bedah rumah.
“Totalnya semuanya 356 unit rumah tidak layak huni di Kelurahan Cakung Timur,” kata Maruarar saat meninjau empat rumah warga di kawasan Gempol.
Program bedah rumah akan dilakukan secara bertahap. Untuk kawasan Gempol, pengerjaan dijadwalkan mulai 18 Agustus 2026. Pemerintah menargetkan seluruh rumah tidak layak huni di wilayah Cakung dapat diselesaikan hingga akhir tahun ini.
“Yang penting di Cakung saya tutup tahun ini harus selesai semuanya,” ujar Maruarar.
Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki kondisi fisik rumah. Pemerintah juga menyiapkan upaya lanjutan agar masyarakat penerima bantuan memperoleh kepastian legalitas hunian dan akses terhadap pemberdayaan ekonomi.
Salah satunya melalui pemberian sertifikat gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang rumahnya mendapatkan program bedah rumah. Penerima bantuan juga didorong mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan untuk mendukung peningkatan kondisi ekonomi keluarga.
“Program Bedah Rumah ini bukan sekadar memperbaiki rumah. Kita juga ingin memastikan masyarakat memiliki kepastian legalitas dan mendapatkan akses pembiayaan untuk meningkatkan kualitas ekonominya,” kata Maruarar.
Maruarar juga meminta pemerintah daerah aktif mensosialisasikan program tersebut kepada masyarakat. Menurut dia, keterbukaan informasi diperlukan agar warga mengetahui mekanisme bantuan sekaligus memastikan program dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Program ini harus terus disosialisasikan agar seluruh rakyat mengetahui. Dengan begitu, pemerataan bantuan dapat dilakukan dan masyarakat yang memang membutuhkan bisa mendapatkan manfaatnya,” pungkasnya. ***





