Yahukimo, SPN – Satgas Operasi Damai Cartenz berhasil melumpuhkan tiga orang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB dalam kontak tembak diDistrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Operasi penindakan yang dilakukan Satgas Operasi Damai Cartenz di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, berujung pada baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue.
Hal itu dikemukakab Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, pada Jumat (17/07/2026). Ia juga membenarkan adanya korban jiwa dari pihak KKB akibat kontak senjata yang berlangsung selama dua hari, pada Kamis hingga Jumat di kawasan Kilometer 4 Jalan Poros Logpond, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.
Operasi bermula ketika personel gabungan melaksanakan penyisiran terhadap sebuah rumah yang diduga menjadi lokasi persinggahan anggota KKB Batalyon Yamue. Kelompok tersebut diketahui dipimpin oleh Ronal Heluk yang juga dikenal dengan nama alias Dejang Heluk. Saat proses penyisiran berlangsung, aparat mendapat perlawanan sehingga terjadi kontak tembak antara kedua belah pihak.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, membenarkan adanya korban dari kelompok bersenjata. Ia juga menjelaskan bahwa seluruh jenazah telah dievakuasi ke rumah sakit untuk proses identifikasi lebih lanjut.
“Sampai saat ini mayat masih berada di ruang jenazah dan belum ada penyerahan dari Polres. Identitas ketiga jenazah juga masih dalam proses pendalaman,” katanya.
Selain mengevakuasi korban, aparat turut mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, meliputi tiga pucuk senjata api laras panjang, yang terdiri atas satu senjata api jenis Enggelop dan dua senjata api rakitan. Petugas juga menemukan 41 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter beserta satu selongsong peluru dari senjata jenis Enggelop.
Menurut Yusuf Sutejo, seluruh barang bukti kini diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut.
Operasi penyisiran dilakukan sebagai bagian dari upaya Satgas Operasi Damai Cartenz dalam menjaga keamanan di wilayah Papua, khususnya Kabupaten Yahukimo yang dalam beberapa waktu terakhir masih menjadi daerah rawan gangguan keamanan oleh kelompok bersenjata.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan identifikasi terhadap tiga jenazah yang ditemukan serta mendalami kemungkinan keterlibatan anggota kelompok lainnya. Proses penyelidikan juga difokuskan pada asal-usul senjata api dan amunisi yang berhasil diamankan dari lokasi kontak tembak.






