Komnas HAM: Kematian Dokter Icha Bukan Masalah Pribadi, Negara Wajib Lindungi Nakes Perempuan

Komnas HAM Beri 5 Rekomendasi Terkait Kematian dr. Icha di TTU NTT Yang Diduga Alami Intimidasi 3 Anggota DPRD. Negara Wajib Jamin Keamanan Nakes.
Komnas HAM Beri 5 Rekomendasi Terkait Kematian dr. Icha di TTU NTT Yang Diduga Alami Intimidasi 3 Anggota DPRD. Negara Wajib Jamin Keamanan Nakes.

JAKARTA  SPN –  Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) melalui Ketua Anis Hidayah secara resmi mengeluarkan rekomendasi terkait kasus kematian Dokter Icha di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.

Rekomendasi tersebut dikeluarkan setelah Komnas HAM melakukan pemantauan langsung dan menerima laporan adanya dugaan intimidasi yang dialami almarhumah selama bertugas.

Anis Hidayah menegaskan, kematian Dokter Icha tidak bisa dilihat sebagai persoalan pribadi semata. Negara memiliki kewajiban untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kesehatan, khususnya perempuan yang bertugas di wilayah terpencil.

Dalam rekomendasinya, Komnas HAM meminta lima poin utama. Pertama, Aparat Penegak Hukum (APH) diminta mengusut tuntas dugaan intimidasi verbal dan psikis yang diduga dilakukan oleh oknum anggota DPRD TTU.

Kedua, Pemerintah Kabupaten TTU diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlindungan dan keselamatan tenaga kesehatan. Ketiga, Kementerian Kesehatan diminta memberikan jaminan keamanan kerja bagi dokter dan nakes di daerah 3T.

Keempat, Komnas HAM meminta Bupati TTU memberikan sanksi tegas jika terbukti ada pelanggaran etik oleh pejabat daerah. Kelima, pendampingan psikologis bagi keluarga korban dan rekan sejawat Dokter Icha harus segera diberikan.

“Kami mendesak agar kasus ini diusut secara transparan, akuntabel, dan berkeadilan bagi korban,” ujar Anis Hidayah di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Kasus kematian Dokter Icha menjadi perhatian nasional setelah diduga berkaitan dengan tekanan kerja dan intimidasi di lingkungan dinas.

No More Posts Available.

No more pages to load.