JAKARTA, SPN — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan klaster debu vulkanik Gunung Anak Krakatau di lapisan atmosfer atas terus bergerak ke arah barat daya–barat dan semakin menjauh ke luar wilayah Indonesia berdasarkan pemantauan terbaru, Senin (7/9), Pukul 14.00 WIB.
BMKG menjelaskan, hasil analisis citra satelit Himawari-9, data PVMBG, dan VAAC Darwin pukul 07.00 WIB mengidentifikasi dua klaster utama sebaran abu vulkanik.
Klaster pertama berada hingga ketinggian 15.000 kaki (4,5 kilometer) dan masih mencakup sebagian wilayah Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, serta perairan di sekitarnya.
Sementara itu, klaster kedua pada ketinggian 50.000 kaki (15,2 kilometer) bergerak ke arah barat daya–barat menuju Samudra Hindia dan terus menjauhi wilayah Indonesia.
Selain memantau pergerakan abu vulkanik, BMKG juga terus mengawasi keselamatan ruang udara. Hingga 7 September 2026 telah diterbitkan 59 SIGMET sebagai peringatan dini bagi penerbangan, sementara sejumlah bandara masih melakukan penyesuaian operasional hingga pukul 18.00 WIB.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di sekitar pesisir Selat Sunda, agar tetap waspada namun tidak panik, mengikuti informasi resmi BMKG, PVMBG/Badan Geologi, serta pemerintah daerah, dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. ***
Sumber: BMKG





