JAKARTA, SPN – Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan 3 unit jembatan Bailey sebagai solusi darurat menyusul adanya kerusakan pada Jembatan Wae Pesi. Langkah ini diambil untuk memastikan akses masyarakat tetap berjalan selama perbaikan dilakukan.
Kerusakan pada Jembatan Wae Pesi Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur ketika terjadi gempa berkekuatan 7,7 skala richter pada 15 Agustus 2026. Tim teknis langsung turun ke lapangan untuk melakukan asesmen kerusakan dan mengukur dampaknya terhadap arus lalu lintas.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan penanganan infrastruktur pascabencana dilakukan dengan mengutamakan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, akses konektivitas perlu segera dipastikan agar mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan maupun logistik dapat tetap berjalan. “Yang penting sekarang bagaimana kebutuhan masyarakat bisa segera kita layani,” kata Menteri Dody di Jakarta pada Jumat 21 Agustus.
Untuk jembatan Bailey dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan, saat ini tengah dalam proses pengangkutan komponen ke kendaraan logistik. Sementara untuk distribusi rangka jembatan, akan dijadwalkan pada Senin (24/8/2026) menunggu jadwal kapal dari Pelabuhan Selayar menuju Labuan Bajo. Ditargetkan komponen jembatan serta rangka akan tiba di Flores pada Rabu (26/08/2026) mendatang.
Kementerian PU terus berkoordinasi untuk memastikan proses mobilisasi ketiga jembatan Bailey berjalan sesuai rencana. Penempatan jembatan sementara akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan teknis dan kebutuhan penanganan di lapangan.
Saat ini Kementerian PU tengah mengidentifikasi kerusakan Jembatan Wae Pesi sepanjang 100 meter pada ruas Ruteng–Reo–Kedindi, Kabupaten Manggarai. Berdasarkan hasil survei awal, ditemukan adanya pergeseran pada pilar dan abutmen serta kerusakan expansion joint pada Jembatan Wae Pesi, untuk menentukan penanganan yang tepat, saat ini tengah dilakukan identifikasi lebih detail pada jembatan tersebut.
Warga diimbau untuk tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas selama proses pemasangan dan perbaikan berlangsung. Akses alternatif juga telah disiapkan sementara waktu.







