JAKARTA, SPN – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memperkuat kolaborasi dengan Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPC Indonesia) dalam pembinaan atlet disabilitas untuk meningkatkan prestasi di tingkat internasional.
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, mengatakan pemerintah memberikan perhatian serius terhadap pengembangan olahraga disabilitas, termasuk melalui pembinaan dan persiapan mengikuti berbagai kejuaraan internasional.
“Kemenpora selalu bangga dan memberikan dukungan terhadap atlet-atlet disabilitas Indonesia. Kami juga memiliki kerja sama yang sangat baik dengan NPC Indonesia dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga disabilitas nasional,” ujar Surono dalam keterangannya, Jumat, (5/9/3026).
Ia mencontohkan keberhasilan Indonesia pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand. Kontingen Indonesia meraih 135 medali emas, 143 perak, dan 114 perunggu atau melampaui target awal 82 medali emas.
Menurut Surono, keikutsertaan atlet dalam kompetisi internasional harus menjadi bagian dari pembinaan jangka panjang, termasuk untuk mengumpulkan poin dan peringkat sebagai persiapan menuju Paralimpiade. Karena itu, penentuan kejuaraan yang diikuti perlu dikonsolidasikan antara NPC Indonesia dan Kemenpora.
Kemenpora juga mendukung pengembangan Paralympic Training Center Indonesia di Karanganyar, Jawa Tengah, sebagai fasilitas pembinaan atlet paralimpiade. Dukungan pemerintah mencakup pembinaan, fasilitas latihan, pemusatan latihan, hingga pembiayaan keikutsertaan dalam kompetisi internasional.
Selain itu, pemerintah memberikan penghargaan kepada atlet berprestasi pada ASEAN Para Games 2025. Total penghargaan bagi para peraih medali mencapai lebih dari Rp350 miliar. ***









