JAKARTA, SPN – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Zikir dan Doa Kebangsaan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang berada di bawah koordinasi Kementerian Sekretariat Negara tersebut dijadwalkan berlangsung di Lapangan Monas, Jakarta, pada Sabtu (1/8), dan diperkirakan dihadiri sekitar 100 ribu peserta.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wujud rasa syukur atas perjalanan bangsa sekaligus ikhtiar memohon perlindungan agar Indonesia terus maju dalam mengisi kemerdekaan.
“Delapan puluh satu tahun membuktikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang terus bergerak dan tetap berdiri kuat. Doa dan zikir kebangsaan ini sebagai rasa syukur kita, sekaligus memohon perlindungan untuk terus melangkah bersama mengisi kemerdekaan ini,” ujar Kamaruddin, dikutip dari laman resmi kemenag, Rabu, (29/7).
Ia menuturkan, kemerdekaan merupakan milik seluruh rakyat Indonesia sehingga cita-cita mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur harus menjadi perjuangan bersama yang senantiasa disertai doa.
Menurut Kamaruddin, kegiatan ini akan diikuti berbagai unsur masyarakat, mulai dari pelajar, santri, mahasiswa, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan organisasi kemasyarakatan, hingga aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai kementerian dan lembaga.
“Kami berharap kegiatan ini juga dapat diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia dari rumah masing-masing,” katanya.
Selain zikir bersama, acara juga akan diisi doa lintas agama, penampilan paduan suara, serta pembacaan selawat yang dipandu Habib Syekh. Keterlibatan seluruh unsur agama diharapkan menjadi simbol kerukunan dan persatuan bangsa.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam sekaligus Ketua Panitia, Abu Rokhmad, mengatakan setiap rangkaian kegiatan dirancang untuk mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman.
“Momentum ini menghadirkan wajah Indonesia yang sesungguhnya. Berbeda keyakinan dan tradisi, tetapi dipersatukan oleh kecintaan yang sama kepada bangsa dan negara,” ujarnya.
Ia menambahkan, doa tidak hanya menjadi ungkapan harapan, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata melalui penguatan persaudaraan, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama berharap semangat kebangsaan, kerukunan antarumat beragama, serta persatuan masyarakat Indonesia semakin kokoh dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. ***







