Lombok Tengah, SPN — Kebakaran melanda Kampung Adat Sade di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (22/8) malam.
Kepala Desa Rambitan Lalu Winakse mengatakan sebanyak 89 unit bangunan ludes terbakar dalam peristiwa tersebut. Sementara sejumlah bangunan lainnya mengalami kebakaran ringan.
“Jumlah kepala keluarga yang tinggal di sana sebanyak 120 KK dan untuk bangunan yang terbakar itu sebanyak 89 unit yang ludes dan sisanya kebakaran ringan,” kata Lalu Winakse, Minggu (23/8).
Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengatakan kebakaran tersebut berdampak terhadap 320 jiwa atau 120 kepala keluarga.
Selain rumah warga, kebakaran juga menghanguskan sejumlah fasilitas di kawasan tersebut, antara lain masjid, museum, lapak usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta fasilitas umum lainnya.
Menurut Pathul, api dengan cepat menjalar karena sebagian besar bangunan di kawasan adat tersebut menggunakan atap alang-alang.
“Terutama karena atapnya ilalang. Ini mungkin menjadi referensi ketika terjadi sesuatu, terbakar habis karena atapnya ilalang,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah saat ini memprioritaskan penanganan warga terdampak, terutama pemenuhan kebutuhan makanan, kesehatan, pendidikan anak-anak, dan kebutuhan tempat ibadah.
Lokasi pengungsian telah disiapkan di rumah khusus yang dibangun pemerintah. Sementara posko logistik dipusatkan di Gedung Koperasi Desa Merah Putih.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal juga meninjau langsung lokasi kebakaran. Ia memastikan keselamatan warga dan penanganan pascakebakaran menjadi prioritas.
Hingga Minggu, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Kepala Desa Rambitan menyebut proses untuk mengetahui penyebab kebakaran masih dilakukan.
Kampung Adat Sade merupakan salah satu kawasan permukiman masyarakat Suku Sasak yang mempertahankan rumah dan tradisi adatnya. Kebakaran tersebut turut berdampak pada kawasan yang menjadi salah satu ikon budaya dan wisata Lombok tersebut. ***



