BEKASI, SPN — Kali Bekasi, Jawa Barat, kembali diduga mengalami pencemaran. Kondisi air dilaporkan berubah menghitam, mengeluarkan bau tak sedap, serta dipenuhi busa di sejumlah bagian permukaan.
Kondisi tersebut terekam dalam video yang beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, permukaan Kali Bekasi tampak dipenuhi buih dengan perubahan warna air yang cukup mencolok.
Dugaan pencemaran ini kembali menjadi perhatian mengingat persoalan serupa sebelumnya juga terjadi di aliran sungai yang menjadi salah satu sumber air baku bagi masyarakat Kota Bekasi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi Kiswatiningsih mengatakan penanganan pencemaran saat ini dilakukan secara bersama oleh pemerintah pusat dan daerah.
“Saat ini penanganan pencemaran Kali Bekasi dilakukan oleh KLH melibatkan DLH Kab Bogor, DLH Kota Bekasi, DLH Prov Jabar,” kata Kiswatiningsih, Kamis (20/8/2026).
Dugaan pencemaran tersebut juga berdampak terhadap pengolahan air baku. Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi menyampaikan bahwa penurunan kualitas air baku dari Kali Bekasi berpengaruh terhadap produksi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Teluk Buyung.
“Sehubungan dengan kondisi Air Baku dari Kali Bekasi mengalami Penurunan Kualitas Baku Mutu, sehingga berdampak pada Produksi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Teluk Buyung, dan suplai air bersih kepada pelanggan Perumda Tirta Patriot menjadi tidak maksimal,” demikian keterangan Tirta Patriot melalui akun Instagram resminya.
Kondisi tersebut membuat suplai air bersih kepada sebagian pelanggan Perumda Tirta Patriot belum dapat berjalan secara maksimal.
Pemerintah daerah bersama Kementerian Lingkungan Hidup kini melakukan penanganan dan pemantauan untuk mengetahui sumber serta penyebab penurunan kualitas air Kali Bekasi.
Pencemaran Kali Bekasi bukan kali pertama terjadi. Karena itu, pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi mencemari aliran sungai menjadi penting agar gangguan terhadap lingkungan dan pelayanan air bersih masyarakat tidak kembali berulang. ***







