KAI Hemat 203,93 Juta Liter Air Lewat Teknologi Daur Ulang Pencucian Kereta

Ilustrasi, dok. Pixabay

JAKARTA, SPN – PT Kereta Api Indonesia (KAI) berhasil menghemat penggunaan air hingga 203,93 juta liter sepanjang 2025 melalui penerapan teknologi Automatic Train Wash Plant (ATWP) yang dilengkapi sistem daur ulang air pada fasilitas pencucian kereta.

Dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (7/8), KAI menjelaskan ATWP memanfaatkan water treatment system yang mengolah air bekas pencucian melalui proses penyaringan. Sistem tersebut memisahkan tanah, pasir, oli, dan gemuk sehingga air dapat digunakan kembali untuk siklus pencucian berikutnya.

Pada tahap akhir, pembilasan dilakukan menggunakan demineralized water guna menjaga kebersihan sarana.

Penerapan teknologi tersebut berkontribusi terhadap penurunan penggunaan air sebesar 22,16 persen. Sepanjang 2025, konsumsi air KAI tercatat 716,30 megaliter, turun dari 920,23 megaliter pada 2024.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan efisiensi penggunaan air menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan layanan perkeretaapian, terutama di tengah meningkatnya tekanan terhadap ketersediaan sumber daya air.

ILUSTRASI AI

“Air digunakan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, pekerja, kebersihan sarana, serta fasilitas operasional. Karena itu, setiap penurunan penggunaan air harus dicapai melalui pengukuran, pengendalian, dan teknologi yang tetap menjaga standar kebersihan serta kenyamanan pelayanan,” ujar Anne dalam keterangannya, Jumat, (7/8/2026).

Ia menjelaskan, penurunan penggunaan terjadi pada seluruh sumber air yang dimanfaatkan KAI. Penggunaan air permukaan turun dari 114,41 megaliter menjadi 47,90 megaliter, air tanah berkurang dari 626,25 megaliter menjadi 570,80 megaliter, sedangkan penggunaan air PDAM menurun dari 179,57 megaliter menjadi 97,60 megaliter.

Air tersebut digunakan untuk kebutuhan sanitasi, toilet, tempat wudu, fasilitas pelanggan dan pekerja, serta pencucian sarana perkeretaapian. Menurut KAI, penggunaan kembali air hasil pengolahan membantu mengurangi kebutuhan air baru sekaligus menekan biaya operasional dan konsumsi listrik untuk pengoperasian pompa air.

Selain menerapkan teknologi daur ulang, KAI juga melakukan pengukuran konsumsi air secara berkala di kantor pusat, seluruh wilayah operasional, dan entitas anak perusahaan guna memantau efektivitas pengendalian penggunaan air.

“Penurunan sebesar 203,93 juta liter menunjukkan besarnya manfaat yang dapat dihasilkan melalui pengendalian pada berbagai unit. KAI akan terus memperkuat pengukuran, kedisiplinan penggunaan, dan penerapan teknologi pengolahan air agar setiap liter dimanfaatkan secara bertanggung jawab,” kata Anne.

Ke depan, KAI akan melanjutkan evaluasi penggunaan air pada fasilitas pelayanan dan operasional, terutama di wilayah yang menghadapi risiko kekeringan, sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sumber daya air sekaligus mempertahankan kualitas pelayanan kepada masyarakat. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.