Kabut Asap Selimuti Ternate, Penerbangan di Bandara Sultan Baabullah Terganggu – Pesawat Divert ke Manado

Kabut Asap Karhutla Selimuti Ternate, Jarak Pandang di Bandara Sultan Baabullah Turun. Sejumlah pesawat dialihkan ke Manado. BMKG: Asap Kiriman dari Halmahera Timur-Tengah.
Kabut Asap Karhutla Selimuti Ternate, Jarak Pandang di Bandara Sultan Baabullah Turun. Sejumlah pesawat dialihkan ke Manado. BMKG: Asap Kiriman dari Halmahera Timur-Tengah.

TERNATE, SPN – Kabut asap pekat menyelimuti Kota Ternate sejak Senin (12/10/2026), mengganggu operasional penerbangan di Bandara Sultan Baabullah Ternate (TTE). Sejumlah pesawat terpaksa dialihkan (divert) ke Bandara Sam Ratulangi Manado.

Muhammad Fauzi, Prakirawan BMKG Kelas I Sultan Babullah Ternate mengatakan, kabut ini adalah asap kiriman dari titik hotspot karhutla.

“Ini asap kiriman dari beberapa titik hotspot di wilayah Halmahera Timur dan Tengah serta adanya transport asap dari titik hotspot di wilayah Papua,” kata Fauzi.

Arah angin timur-tenggara membawa asap ke Ternate, tapi kecepatan angin lemah sehingga asap mengendap dan jarak pandang anjlok di bawah batas minimum operasional.

Dampaknya sudah terasa sejak minggu lalu. Di Bandara Pattimura Ambon, yang punya rute koneksi ke Ternate, Wings Air rute Ternate dibatalkan pada 8, 10, dan 11 Oktober karena visibility di bawah 2.000 meter.

Secara nasional, Kemenhub mencatat 1.673 penerbangan domestik terdampak karhutla periode 11 Agustus – 9 Oktober 2026. Rinciannya: 907 penerbangan dibatalkan/ditunda, 745 delay, 15 divert ke bandara lain, dan 6 return to base.

Di Ternate sendiri, selain penerbangan, kualitas udara juga dikhawatirkan. Akademisi Universitas Khairun menyebut sumber asap selain karhutla juga dari TPA Buku Deru-Deru dan kebakaran lahan di Pulau Ternate.

BMKG mengimbau warga kurangi aktivitas luar, pakai masker, jangan bakar sampah sembarangan, dan nelayan hati-hati karena jarak pandang laut juga rendah.

No More Posts Available.

No more pages to load.