JAKARTA, SPN – Istri mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Ida Yulidina, memberikan tanggapan setelah suaminya tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan.
Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya pada Senin (14/9), Ida menyampaikan sejumlah pernyataan terkait kondisi yang dihadapi Purbaya setelah pergantian Menteri Keuangan.
Dalam unggahannya, Ida menyinggung kondisi negara dan menyebut banyak orang yang tidak jujur.
“Emang negara kita tidak bisa diperbaiki. Kebanyakan orang jahatnya daripada yang jujur,” tulis Ida.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf atas kinerja Purbaya selama menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan. Menurut Ida, suaminya telah berusaha menjalankan tugasnya secara maksimal.
“Mohon maaf bapak sudah berusaha semaksimal mungkin, kalau masih mengecewakan. Pada akhirnya nanti kebenaran juga akan terungkap,” tulisnya.
Pergantian Menteri Keuangan berlangsung pada Senin (14/9). Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya.
Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam sisa masa jabatan 2024-2029.
Setelah dilantik, Suahasil menyatakan akan menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara serta memastikan APBN dapat mendukung program-program prioritas pemerintah.
Sementara itu, Purbaya sebelumnya menyampaikan dirinya menerima informasi mengenai pergantian jabatan tersebut melalui sambungan telepon dari Presiden Prabowo ketika tengah mengikuti rapat kerja bersama Komite IV DPD RI.
Setelah tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan, Purbaya mengatakan ingin pulang dan menghabiskan waktu dengan memancing di kolam belakang rumah.
“Ini mau pulang, mancing di belakang rumah. Mancing ikan mujair, nila,” ujar Purbaya, seperti dikutip dari pemberitaan sebelumnya.
Pernyataan Ida mengenai “orang jahat” dan “kebenaran akan terungkap” merupakan tanggapan pribadinya. Dalam unggahan tersebut, Ida tidak merinci pihak yang dimaksud maupun persoalan spesifik yang menjadi rujukannya. ***








