NABIRE, SPN – Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman dirumah duka, Chelsy Kaltrin Chandra (14) remaja putri yang menjadi korban tindak kekerasan di Nabire. Isak tangis keluarga dan kerabat mengiringi kepergian korban pada Minggu (02/08/2026) siang.
Kepergian Chelsy meninggalkan kesedihan yang mendalam. Almarhumah diketahui merupakan seorang anak yatim yang selama ini tinggal bersama ibunya. Kondisi tersebut membuat suasana duka semakin terasa bagi keluarga maupun warga yang datang memberikan penghormatan terakhir.
Ratusan pelayat memadati rumah duka hingga lokasi pemakaman. Mereka hadir sebagai bentuk empati sekaligus memberikan dukungan moral kepada keluarga yang sedang menghadapi cobaan berat tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tragis tersebut terjadi pada 30 Juli 2026. Korban diduga menjadi korban tindak kekerasan oleh orang terdekat. Saat ini kasus tersebut tengah ditangani Polres Nabire. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif dan menetapkan tersangka.
Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar proses hukum berjalan lancar dan tidak menimbulkan keresahan.
Suasana haru terlihat saat keluarga melepas kepergian Chelsy untuk terakhir kalinya. Kerabat dan teman korban mengenang Chelsy sebagai sosok baik namun sedikit pendiam, dan tertutup
Keluarga korban berharap aparat segera menuntaskan kasus ini dan pelaku mendapat hukuman setimpal. Mari kita doakan almarhumah Chelsy mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga diberi ketabahan.
Kasus ini bermula ketika korban ditemukan meninggal dunia di kawasan Waroki, Distrik Nabire Barat, pada Kamis 30 Juli malam. Berdasarkan informasi awal, jasad korban ditemukan dengan luka bakar sehingga memunculkan dugaan kuat adanya tindak pidana pembunuhan.
Setelah menerima laporan, aparat kepolisian bergerak cepat menuju TKP untuk melakukan pengamanan tempat kejadian, olah TKP, dokumentasi, pengumpulan barang bukti, serta mengevakuasi jenazah korban guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Dalam beberapa jam, aparat Kepolisian sudah bisa mengamankan pelaku kejahatan yang dilakukan terhadap mantan pacarnya sendiri
Hingga kini, Polres Nabire masih terus mendalami kronologi kejadian, motif yang melatarbelakangi dugaan pembunuhan tersebut, serta melengkapi seluruh alat bukti yang diperlukan sebelum perkara dilimpahkan ke tahap berikutnya










