JAKARTA, SPN – Rencana integrasi transportasi Kepulauan Seribu dengan layanan TransJakarta dipastikan tetap melibatkan kapal penumpang tradisional yang selama ini menjadi bagian penting dari mobilitas warga kepulauan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengatakan pelaku usaha kapal tradisional akan dirangkul dalam proses penataan dan transisi pengelolaan transportasi laut menuju Kepulauan Seribu.
“Kami juga akan terus merangkul pelaku usaha kapal tradisional dan seluruh elemen masyarakat Kepulauan Seribu agar proses ini berjalan inklusif,” ujar Budi, seperti dikutip dari detik, Rabu (12/8).
Menurutnya, rencana pengelolaan transportasi dari daratan Jakarta menuju Kepulauan Seribu oleh PT Transportasi Jakarta masih dalam tahap kajian.
Dishub DKI bersama TransJakarta saat ini mematangkan berbagai aspek, mulai dari regulasi, skema teknis dan operasional, trayek hingga titik keberangkatan.
Integrasi tersebut nantinya diharapkan dapat menghubungkan layanan transportasi darat dan laut secara lebih terpadu sehingga perjalanan masyarakat dari Jakarta menuju pulau-pulau di Kepulauan Seribu menjadi lebih mudah dan terhubung.
Pemprov DKI menargetkan integrasi transportasi tersebut dapat diwujudkan bertepatan dengan HUT ke-500 Jakarta pada 2027.
Budi menegaskan, kebijakan tersebut bukan sekadar memindahkan kewenangan pengelolaan transportasi. Integrasi diarahkan untuk menghadirkan layanan yang lebih aman, nyaman, terjangkau dan berkeadilan bagi masyarakat Kepulauan Seribu.
Di sisi lain, keberadaan kapal tradisional tetap menjadi perhatian. Kapal-kapal yang selama ini melayani kebutuhan warga diharapkan dapat masuk dalam ekosistem transportasi baru melalui pembinaan dan peningkatan standar pelayanan.
Dengan demikian, masuknya TransJakarta ke Kepulauan Seribu tidak berarti menghilangkan peran kapal tradisional, tetapi mendorong terbentuknya sistem transportasi laut yang lebih tertata dan terintegrasi. ***










