JAKARTA, SPN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak sideways pada perdagangan hari ini, Kamis (5/11/2026).
Pada perdagangan Rabu (4/11/2026), IHSG ditutup menguat 0,32 persen atau 15,48 poin ke level 4.919,77. Penguatan terjadi setelah indeks sempat tertekan dan menyentuh level terendah 4.824,36.
Penguatan IHSG ditopang oleh sektor barang baku, keuangan, dan barang konsumen primer. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 4.824,36 hingga 4.921,13.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menjelaskan IHSG berbalik arah menjelang penutupan setelah hampir sepanjang hari bergerak di teritori negatif.
Sentimen penguatan datang dari kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela Amerika Serikat yang memunculkan harapan perubahan kebijakan ekonomi global.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penggerak utama IHSG, naik 1,86 persen ke Rp 4.930 per lembar dan menyumbang 8,38 poin.
Sementara itu, saham PGEO melesat 10,92 persen ke Rp 965. Lima saham mentok Auto Rejection Atas (ARA), yakni BOBA, MKNT, AIMS, TMPO, dan YUPI.
Untuk hari ini, Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak sideways di kisaran 4.800 hingga 5.000, dengan resistance di 5.000 dan support di 4.900.
MNC Sekuritas memberikan rekomendasi saham CPIN, ENRG, ICBP, dan UNVR untuk trading hari ini. Investor diimbau tetap waspada terhadap sentimen MSCI, rupiah, dan rilis data PDB kuartal III-2026 dari BPS.










