JAKARTA, SPN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini Jumat 30 Oktober 2026 diprediksi bergerak lemah hingga sideways setelah anjlok 3,49 persen pada Kamis 29 Oktober 2026.
Pada perdagangan Kamis, IHSG ditutup di level 5.098,06, turun 184,26 poin. Nilai transaksi mencapai Rp 11,3 triliun dengan volume 23,37 miliar lembar saham. Seluruh sektor kompak melemah, dengan koreksi terdalam sektor perindustrian 4,64 persen dan basic materials 4,53 persen.
Dua saham bank jumbo menjadi pemberat. Saham BBCA turun 6,35 persen ke Rp 4.940 dan menekan 30,51 poin indeks, sementara BBRI turun 3,77 persen menekan 16,20 poin.
Analis Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal histogram MACD kembali melebar dan Stochastic RSI membentuk Death Cross di area pivot. IHSG berpotensi menguji level psikologis 5.000 pada Jumat.
Tekanan utama datang dari ancaman penurunan status MSCI dari Emerging Market menjadi Standalone Market, depresiasi Rupiah yang sempat ke Rp 18.183 per Dolar AS, serta kenaikan imbal hasil SBN. Sejak 16 Oktober, asing telah net sell Rp 13,91 triliun dan YTD mencapai Rp 124,67 triliun.
BRI Danareksa memperkirakan support di 5.026 dan 4.942.





