JAKARTA, SPN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Senin 2 November 2026, menghadapi perdagangan penuh tekanan setelah ditutup melemah pada akhir pekan lalu.
Pada Jumat (30/10/2026), IHSG ditutup anjlok 41,01 poin atau 0,80 persen ke level 5.057,05. Sepanjang sesi, indeks sempat terperosok hingga 4.979,34 sebelum berhasil rebound di atas level psikologis 5.000. Secara akumulatif, IHSG amblas 7,03 persen dalam sepekan dan anjlok 16,7 persen sepanjang Oktober 2026 dari 6.071 ke 5.057.
Perdagangan hari ini menjadi momen bersejarah. Mulai hari ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengeluarkan 81 saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration / HSC) dari perhitungan IHSG. BEI menegaskan langkah ini tidak mengubah level indeks karena divisor sudah disesuaikan, namun membuat IHSG lebih kredibel.
Dampaknya, bobot big four banks melonjak. BRI Danareksa Sekuritas menghitung setiap kenaikan 1 persen saham big banks akan menggerakkan IHSG sekitar 14 poin.
Secara teknikal, IHSG masih bearish. BRI Danareksa memproyeksi rentang 5.026-5.116, Phintraco Sekuritas menguji 4.900-5.000, sementara KAF Sekuritas menempatkan support 4.990 dan 4.930 dengan resistance 5.100-5.150. Investor juga mencermati rilis inflasi Oktober, PMI manufaktur, dan Pemilu Sela AS 3 November yang membayangi sentimen.
Rekomendasi saham hari ini: BBNI, SSMS, HMSP, BBCA, hingga PTBA.




