Harlah ke-80 Muslimat NU, Arifatul Tekankan Kasih Sayang Ibu kepada Anak

Peserta mengikuti jalan sehat dalam rangka Harlah ke-80 Muslimat NU dengan antusias di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (11/10/2026).

JAKARTA, SPN – Pengasuhan anak bukan sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari, melainkan juga menghadirkan kasih sayang, perhatian, dan kesabaran. Pesan itu menjadi salah satu penekanan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Arifatul Choiri Fauzi, saat memperingati Harlah ke-80 Muslimat NU di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (11/10/2026).

Di hadapan ribuan kader dan masyarakat yang mengikuti jalan sehat, Arifatul mengingatkan perempuan agar menjaga anak, keluarga, dan sesama perempuan. Menurutnya, peran ibu dalam keluarga memiliki arti penting dalam membentuk lingkungan sosial yang lebih baik.

“Jaga anak-anak kita, jaga perempuan-perempuan kita, jaga keluarga kita,” ujar Arifatul dalam sambutannya.

Kegiatan jalan sehat tersebut diselenggarakan Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU DKI Jakarta bersama Yayasan Haji Muslimat NU (YHM). Berdasarkan pantauan di lokasi, ribuan peserta tampak antusias mengikuti kegiatan sejak pagi.

Arifatul menegaskan, pengabdian di Muslimat NU semestinya tidak berhenti pada aktivitas organisasi maupun kegiatan seremonial. Kehadiran Muslimat NU harus memberikan manfaat nyata, baik bagi keluarga maupun masyarakat luas.

Ia kemudian mengutip pesan pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, yang menggambarkan kedekatan antara pengabdian kepada NU dan kedudukan seorang santri.

“Barang siapa yang mengurusi NU, termasuk di dalamnya adalah Muslimat NU, maka saya anggap sebagai santri saya,” katanya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi kader bahwa mengurus organisasi juga merupakan bentuk pengabdian yang membutuhkan ketulusan dan tanggung jawab.

Layanan pemeriksaan kesehatan bagi peserta dalam rangka Harlah ke-80 Muslimat NU di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (11/10/2026), bekerja sama dengan YKM DKI Jakarta dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Salah satu bagian yang ditekankan Arifatul dalam sambutannya ialah cara orang tua menghadapi anak yang rewel atau menangis. Ia menceritakan pesan seorang tuan guru dari Lombok tentang makna kesabaran dan kasih sayang seorang ibu dalam mendampingi anak.

Menurut Arifatul, ketika anak menangis, orang tua tidak semestinya selalu mengandalkan telepon seluler untuk mengalihkan perhatian. Anak juga membutuhkan sentuhan, pelukan, dan kehadiran orang tua secara langsung.

Ia menggambarkan bagaimana kesabaran seorang ibu dalam menemani anak hingga tenang memiliki nilai tersendiri dalam pengasuhan.

“Dengan kasih sayang, dengan pelukan, dari sejak si anak ini nangis sampai anak ini berhenti menangis, di situlah seorang ibu sedang menggugurkan dosa-dosanya,” tuturnya.

Pesan tersebut menempatkan pengasuhan bukan hanya sebagai rutinitas keluarga, tetapi juga sebagai bagian dari pengabdian seorang ibu. Kesabaran menghadapi anak menjadi salah satu wujud kasih sayang yang perlu terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU di Jakarta tidak hanya diisi jalan sehat. Panitia juga menghadirkan pemeriksaan kesehatan massal melalui kerja sama dengan Yayasan Kesejahteraan Muslimat (YKM) DKI Jakarta dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Ketua YKM DKI Jakarta, Hj. Wafa Patria Umma, turut hadir mendampingi layanan pemeriksaan kesehatan tersebut. Kegiatan ini melengkapi rangkaian peringatan dengan pelayanan yang dapat dirasakan langsung oleh peserta dan masyarakat.

Sementara itu, Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta, Nyai Hj. Hizbiyah Rochim, menjelaskan rute jalan sehat dimulai dari Plaza Selatan Monas menuju Pelican Halte Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Patung Kuda, dan Jalan MH Thamrin. Peserta kemudian berputar balik di lampu merah Kebon Sirih untuk kembali ke Plaza Selatan Monas.

Suasana kegiatan semakin meriah dengan hiburan Islami berupa musik gambus dan qasidah. Panitia juga membagikan sembako serta menyediakan hadiah utama berupa lima tiket umrah yang disponsori PW Muslimat NU DKI Jakarta dan H. Hasbi.

Hizbiyah berharap momentum delapan dekade Muslimat NU menjadi penguat kebersamaan kader sekaligus mendorong organisasi semakin aktif memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Harapannya, Muslimat NU semakin solid dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.