AMBON, SPN – Pemerintah Provinsi Maluku mengambil langkah antisipatif menghadapi anomali cuaca. Di tengah prakiraan musim hujan dari BMKG, Pemprov justru memperkuat kesiapsiagaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan.
Hal itu menjadi pokok bahasan dalam pertemuan yang dipimpin Asisten II Sekda Maluku, Kasrul Selang, di Ruang Rapat Lantai II Kantor Gubernur Maluku, pada Kamis (08/10/2026), yang diikuti secara luring dan daring oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), BMKG, OPD terkait, TNI/Polri serta pemangku kepentingan lainnya.
“Kami petakan wilayah rawan. SBT, Maluku Tengah, dan Buru Selatan jadi prioritas. Tim gabungan sudah standby,” katanya,
Pemprov Maluku telah menyiapkan anggaran darurat untuk distribusi air bersih dan menyiagakan 200 personel gabungan BPBD, TNI, Polri, dan relawan.
- Antisipasi Kekeringan, Karhula dan Fenomena Hujan Es, Pemda Puncak Tetapkan 14 Hari Status Darurat Bencana
- Panggil Menteri ke Kertanegara, Presiden Prabowo Bahas Finalisasi Danantara dan Penyelamatan Daya Beli
- Dukung Kereta Ternak, Ketum Panji Bangsa Minta KAI Perhatikan Kesehatan dan Keselamatan Hewan
Selain itu, kata Kasrul Selang, Pemprov juga meminta BMKG Maluku untuk memberikan update cuaca harian agar langkah mitigasi bisa lebih cepat.
Warga pesisir juga diimbau waspada potensi hujan lebat disertai angin kencang yang bisa memicu banjir rob di saat lahan di pegunungan masih kekeringan.










