Nabire, SPN – Krisis air bersih yang dialami warga Kampung Waharia, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mulai teratasi. TNI melalui Program TNI Manunggal Air di Kampung Waharia tersebut berhasil membuat satu unit sumur bor bagi warga didaerah itu.
Sumur bor yang di kerjakan oleh Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 804/Dharma Bakti Asasta Yudha (DBAY) itu menjadi solusi atas kesulitan air bersih yang selama bertahun-tahun dihadapi masyarakat setempat dan diresmikan pengoperasiannya, Senin (22/06/2026).
Peresmian dilakukan oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum, Benony Ayorbaba, atas nama Bupati Nabire, bertempat di Posyandu Kampung Waharia.
Benony Ayorbaba, memberikan apresiasi kepada Yonif TP 804/DBAY atas kontribusinya dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat melalui penyediaan air bersih.

Benony menuturkan, ketersediaan air bersih memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, kualitas hidup, serta mendukung aktivitas ekonomi warga.
Sementara Kepala Kampung Waharia, Fransina Hana Hetaria menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas pembangunan sumur bor yang kini memberikan manfaat langsung bagi warganya.
Menurut Fransina, persoalan air bersih selama ini menjadi salah satu kendala utama di Kampung Waharia. Meskipun memiliki sumber air, distribusi kepada masyarakat sering terkendala akibat kerusakan jaringan pipa.
Fransina menyebutkan, Pemerintah Kampung Waharia telah mengalokasikan anggaran pembangunan sumur bor, untuk wilayah RT 03. Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan akibat pemotongan dana desa sehingga program tersebut harus ditunda.

Karenanya, kehadiran Program TNI Manunggal Air menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama ini belum mampu dipenuhi pemerintah kampung.
Ditempat yang sama Komandan Yonif TP 804/DBAY, Letkol Inf. Okto Hutabri Tanimba, mengatakan pembangunan sarana air bersih tersebut merupakan amanah Presiden Republik Indonesia melalui Kepala Staf Angkatan Darat untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Menurut Letkol Okto Hutabri Tanimba, fasilitas air bersih ini diberikan secara gratis kepada masyarakat dan tidak boleh diperjualbelikan maupun dikomersialkan.

“Program air bersih ini gratis dari Bapak Presiden melalui Bapak Kasad. Semua diperuntukkan bagi masyarakat, sehingga harus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik,” tegasnya.
Sumur Bor tersebut mencapai kedalaman kurang lebih 50 meter dibawah permukaan tanah dan memiliki debit air yang cukup banyak dan baik untuk di komsumsi.
Air kemudian ditampung dalam dua ground tank berkapasitas masing-masing 1.100 liter atau total 2.200 liter untuk memenuhi kebutuhan warga Kampung Waharia.






