DMI DKI Latih 100 Kader Siaga Masjid untuk Perkuat Mitigasi Bencana Jakarta

Muhammad Iqbal, Staf Analis Pembina Umat Seksi Lembaga Mental Spiritual Biro Dikmental Provinsi DKI Jakarta, mewakili Kepala Biro Dikmental saat menyampaikan materi pada Pelatihan Mitigasi Bencana DMI Provinsi DKI Jakarta yang diikuti 100 kader pengurus masjid dari lima wilayah Jakarta.

JAKARTA, SPN — Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta menggelar Pelatihan Mitigasi Bencana bagi 100 kader Siaga Takmir Masjid dari lima wilayah administrasi Jakarta dengan tema Masjid Tanguh Umat Siaga, Sesama Terjaga.

Peserta merupakan pengurus masjid berusia 25–45 tahun yang berasal dari kawasan rawan bencana.

Ketua Panitia Mastur Anwar mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus masjid agar mampu mengurangi risiko bencana dan menjadi garda terdepan saat keadaan darurat.

“Pelatihan mitigasi ini menghadirkan narasumber yang kompeten agar para pengurus masjid memahami berbagai risiko kebencanaan dan cara penanganannya,” ujar Mastur, Selasa, (9/9/2026).

Kegiatan dibuka oleh Muhammad Iqbal, Staf Analis Pembina Umat Seksi Lembaga Mental Spiritual Biro Dikmental Provinsi DKI Jakarta.

Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif DMI dalam mendukung program Pemprov DKI membangun masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi bencana.

“Saya berharap setiap peserta menjadi agen kesiapsiagaan bencana, dimulai dari diri sendiri, masjid sendiri, lalu lingkungan masyarakat masing-masing,” katanya.

Panitia Pelatihan Mitigasi Bencana DMI Provinsi DKI Jakarta berfoto bersama Reinhard Reidolf Sirait, Tenaga Ahli Gubernur DKI Jakarta Bidang Informasi dan Komunikasi, usai pembukaan kegiatan di Jakarta.

Ketua PW DMI DKI Jakarta KH Ma’mun Ayyubi berharap pelatihan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berlanjut melalui jejaring hingga tingkat ranting masjid.

“Ketika terjadi musibah, kita harus menjadi yang pertama hadir. Hal sederhana seperti membuka posko dan menyediakan air minum bagi korban adalah bentuk pelayanan yang sangat dibutuhkan,” kata KH. Ma’mun.

Ia menambahkan, peran Siaga Takmir Masjid diharapkan mampu melanjutkan semangat Taruna Siaga Bencana (Tagana) dengan berkontribusi langsung dalam mitigasi, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana di tengah masyarakat.

Pelatihan turut menghadirkan Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta bidang komunikasi Chiko Hakim yang diwakili Reinhard Reidolf Sirait selaku tenaga ahli Gubernur bidang informasi dan komunikasi serta unsur Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD) DKI Jakarta dalam memberikan materi kebencanaan dan PMI DKI Jakarta. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.