AMBON, SPN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Maluku pada 26-31 Oktober 2026.
Hal ini dipengaruhi oleh fenomena fase bulan purnama pada 26 Oktober 2026 dan fase perigee pada 29 Oktober 2026 yang berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.
Dikutip dari akun Instagram resmi BMKG, berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir rob berpotensi terjadi di pesisir Maluku pada 26-31 Oktober 2026.
Lima Wilayah Pedisir Maluku yang berpotensi versi BMKG Nasional yakni Pesisir Kota Ambon, Pesisir Maluku Tengah, Pesisir Seram Bagian Timur, Pesisir Kepulauan Kei / Kai (Maluku Tenggara), Pesisir Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar dan Pulau Banda.
“Masyarakat diharapkan tidak panik, tetapi tetap waspada dan siaga mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut,” tulis BMKG.
BMKG menyampaikan, potensi banjir rob secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir.
BMKG menghimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak banjir rob. Selain itu, selalu memperhatikan informasi cuaca maritim terbaru dari kanal resmi BMKG.
Kontes Nasional, banjir rob juga berpotensi terjadi di:
– Pesisir Sumatera Utara 23-31 Oktober
– Pesisir Sumatera Barat 24-27 Oktober
– Pesisir Lampung 26-31 Oktober
– Pesisir DKI Jakarta 25 Oktober – 1 November
– Pesisir Banten 27-31 Oktober
– Pesisir Jawa Barat 22 Oktober – 1 November
– Pesisir Jawa Tengah 22 Oktober
– Pesisir Jawa Timur 26-29 Oktober
– Pesisir Bali 25-31 Oktober
– Pesisir Kalimantan Utara 26-30 Oktober
– Pesisir Kalimantan Selatan 26-31 Oktober
– Pesisir Kalimantan Tengah 22-23 Oktober
– Pesisir Kalimantan Barat 30-31 Oktober
– Pesisir Sulawesi Utara 26-30 Oktober








