JAKARTA, SPN — Bau menyengat menyerupai gas LPG dikeluhkan warga di sekitar Masjid Cut Mutia, Menteng, Jakarta Pusat. Keluhan tersebut telah dirasakan warga selama sekitar satu pekan.
Menindaklanjuti pengaduan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan di sejumlah titik, termasuk saluran air di sekitar lokasi. Pemeriksaan dikawal Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, (18/8/2026).
Petugas Satpol PP Kecamatan Menteng, Asep, mengatakan pengaduan warga menjadi dasar dilakukannya pemeriksaan.
“Berdasarkan pengaduan warga, bau ini sudah tercium sekitar satu minggu,” ujar Asep saat ditemui di lokasi.
Pemeriksaan kemudian dilakukan petugas Pertamina Gas Negara menggunakan alat pengukuran laser mini metan. Petugas juga memeriksa gorong-gorong beton yang berada di sekitar lokasi.
Gorong-gorong tersebut ditemukan dalam kondisi dipenuhi sedimentasi yang cukup padat hingga menutup sebagian saluran. Material yang mengendap juga terlihat memenuhi bagian dalam saluran.
Dari hasil pengukuran, petugas tidak menemukan kadar metana dalam jumlah yang mengkhawatirkan. Konsentrasinya tercatat masih di bawah 1.000 ppm sehingga kondisi di lokasi masih masuk kategori aman.
Petugas juga menjelaskan bahwa jalur pipa gas tekanan rendah tidak berada tepat di titik pemeriksaan yang menjadi sumber bau. Jalur tersebut berada di sisi sebelahnya, dekat Gedung TNI AL Cut Mutia.
Meski begitu, bau menyerupai gas LPG masih sesekali tercium. Kemunculannya tidak terus-menerus dan diduga terbawa angin sehingga sumbernya belum dapat dipastikan.
Petugas menduga bau tersebut bisa saja berasal dari aktivitas restoran atau rumah makan di sekitar kawasan di mana gak ukuran besar kerap mengeluarkan bau tidak sedap saat gas sudah habis yang biasa dimanfaatkan untuk memasak. Namun kata dia, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Karena baunya hanya sesekali tercium dan terbawa angin. Kalau ketahuan, kita tidak bisa memberikan sanksi. Paling hanya melaporkan ke pemangku wilayah,” kata petugas.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi kawasan tetap aman sekaligus menindaklanjuti keresahan warga yang mencium bau menyengat selama beberapa hari terakhir. ***








