AI Gemini Masuk Industri Mode Indonesia, Desainer Mulai Bidik Pasar Global

JAKARTA, SPN – Teknologi kecerdasan buatan (AI) Gemini mulai dimanfaatkan industri mode Indonesia untuk mempercepat proses kreatif, riset desain, hingga membuka peluang pasar global.

Pemanfaatan AI tersebut diperkenalkan Google melalui program With Gemini In Craft di Jakarta, Kamis (3/9). Program ini menggandeng sejumlah rumah mode Indonesia untuk menguji penggunaan Gemini dalam proses kerja kreatif.

Google berkolaborasi dengan tiga label mode, yakni Kraton oleh Auguste Soesastro, Stellarissa oleh Stella Rissa, serta Two Stitches oleh Andy Tan dan Jerome Kurnia.

Auguste Soesastro menggunakan Gemini Deep Research untuk membantu riset arsip sejarah, menerjemahkan dokumen berbahasa asing, serta menelusuri informasi dalam proses perancangan busana.

Sementara itu, Stella Rissa memanfaatkan AI untuk mengembangkan karakter hasil lukisannya, Starlet. Teknologi tersebut digunakan dalam simulasi karakter 360 derajat, fitting busana virtual, hingga pengembangan konsep multimedia.

Pada Two Stitches, Gemini membantu mengintegrasikan tim yang berada di Jakarta, Bali, dan Berlin dalam pengembangan koleksi “MRTYNY”. Simulasi jatuh kain tiga dimensi disebut mampu memangkas pembuatan sampel fisik dari hitungan bulan menjadi hitungan hari.

Google menyebut Indonesia termasuk lima besar pasar global penggunaan aplikasi Gemini. Sekitar separuh prompt pengguna di Indonesia juga telah menggunakan format multimodal yang menggabungkan teks dengan gambar atau video.

Country Director Google Indonesia, Veronica Utami, mengatakan pemanfaatan AI diarahkan untuk memperkuat kreativitas manusia.

“Teknologi mencapai potensi terbaiknya ketika memberdayakan imajinasi manusia,” ujarnya.

Pemanfaatan AI di industri mode Indonesia diharapkan dapat mempercepat proses produksi sekaligus membantu desainer lokal memperkenalkan karya dan kekayaan budaya Indonesia ke pasar internasional. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.