Dari Nunusaku ke Markas, Polda Maluku Teguhkan Persatuan Lewat Maku Maku

Tari Muka Muka (Foto : Istimewa)
Tari Muka Muka (Foto : Istimewa)

Ambon, SPN – Polda Maluku resmi mengangkat Tarian Maku-Maku sebagai simbol persatuan dalam setiap kegiatan budaya dan kamtibmas. Tarian warisan leluhur Nunusaku itu dipilih karena merepresentasikan kebersamaan dan persaudaraan tanpa batas khas masyarakat Maluku.

Tarian tradisional khas Maluku itu menjadi salah satu atraksi utama pada peringatan 80 tahun Hari Bhayangkara 1 Juli 2026 di Mapolda Maluku, yang mencerminkan komitmen Polri menghormati budaya lokal sekaligus mempererat kedekatan dengan masyarakat.

Tari Maku Maku Meriahkan Hari Bhayangkara ke 80 di Mapolda Maluku (Foto : Istimewa)
Tari Maku Maku Meriahkan Hari Bhayangkara ke 80 di Mapolda Maluku (Foto : Istimewa)

Tarian Maku-Maku dibawakan secara kolaboratif oleh Remaja Bhayangkara Club Polda Maluku bersama Sanggar Kalesang Maluku. Dengan balutan busana adat Maluku dan iringan musik tradisional, para penari menampilkan gerakan yang menggambarkan nilai persaudaraan dan persatuan yang telah lama menjadi identitas masyarakat Maluku.

Tari Maku-Maku sendiri merupakan tarian sosial warisan leluhur Maluku dari Nunusaku. Sejak awal diciptakan sebagai tari pergaulan yang melambangkan persekutuan anak-anak Maluku. Dahulu tarian ini ditampilkan sebagai penutup acara adat seperti inisiasi Kakehan, pembangunan Baileo, hingga pengangkatan raja negeri.

Sponsored Banner Pulauseribu.co.id
Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto (Foto : Istimewa)
Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto (Foto : Istimewa)

Kapolda menegaskan, Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga merawat warisan kultural. “Tradisi dan budaya adalah aset bangsa yang harus dijaga karena di dalamnya terdapat nilai gotong royong, persaudaraan, dan kedamaian”, tuturnya.

Sebagai bentuk pelestarian, Tarian Maku-Maku bersama lima motif Tenun Ikat Tanimbar telah dicatatkan sebagai Kekayaan Intelektual Komunal Provinsi Maluku oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham. Pencatatan itu menjadi langkah menjaga ekspresi budaya tradisional agar terus hidup dan memiliki nilai ekonomi.

Kehadiran tarian Maku-Maku dinilai selaras dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80 dalam memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat untuk menjaga keamanan dan persatuan bangsa.

Menurur Kapolda Maluku  Irjen Pol. Dadang Hartanto, kehadiran budaya lokal dalam peringatan Hari Bhayangkara merupakan bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal yang menjadi kekuatan masyarakat Maluku.

Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dari ribuan masyarakat dan tamu undangan yang memadati lokasi kegiatan.

Tari Maku-Maku adalah seni pertunjukan yang berasal dari Maluku. Tarian ini bersifat sosial karena memiliki tujuan untuk mempererat keakraban anggota masyarakat Maluku. Tari maku-maku diciptakan sebagai tari pergaulan yang melambangkan persekutuan anak-anak Maluku.