JAKARTA, SPN – Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, berharap pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama berlangsung sejuk, damai, dan menjunjung tinggi nilai keikhlasan serta persaudaraan antar sesama warga Nahdlatul Ulama.
Gus Irfan menegaskan, kepengurusan di lingkungan NU merupakan amanah untuk mengabdi kepada umat, bukan jabatan yang diperebutkan. Karena itu, seluruh proses regenerasi kepemimpinan diharapkan berjalan sesuai mekanisme organisasi dengan tetap menjaga etika dan persatuan.
“Kepengurusan di lingkungan Nahdlatul Ulama bukanlah jabatan yang layak diperebutkan, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan,” ujar Gus Irfan, Rabu (1/7).
Ia mengajak seluruh warga nahdliyin mengedepankan semangat pengabdian dan menjaga marwah organisasi dengan menghindari berbagai praktik yang dapat mencederai nilai-nilai NU, termasuk politik uang dan manuver yang berpotensi memecah persatuan.
Menurutnya, sosok yang memiliki kapasitas, integritas, serta mendapat kepercayaan warga tidak memerlukan praktik-praktik yang bertentangan dengan nilai keikhlasan untuk memperoleh dukungan.
Gus Irfan juga menyampaikan bahwa Prabowo Subianto menghormati independensi NU dan tidak akan mencampuri proses pemilihan kepengurusan organisasi. Presiden, kata dia, hanya berharap NU memperoleh pemimpin terbaik melalui mekanisme organisasi yang sehat, bermartabat, dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Ia berharap Muktamar NU menjadi momentum memperkuat ukhuwah, menjaga persatuan warga nahdliyin, serta menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi terus memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara. ***
