Timika, SPN – Sejarah baru ditorehkan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Ekspor perdana hasil perikanan resmi diluncurkan melalui Pelabuhan Pomako, Kabupaten Mimika, Selasa (30/06/2026) oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa.
Momen ini disebut Meki sebagai tonggak pembangunan ekonomi daerah. “Ini bukan sekedar seremonial, namun sejarah baru dan menjadi bukti bahwa laut Papua Tengah mulai berbicara kepada dunia”, katanya.

Gubernur Meki menegaskan hasil laut Papua Tengah tidak lagi hanya berhenti di pelabuhan lokal.
“Ini bukti bahwa hasil laut Papua Tengah tidak hanya berhenti di pelabuhan tetapi berlayar menuju pasar dunia dengan membawa nama baik daerah, bangsa dan seluruh masyarakat Papua Tengah”, kata Meki Nawipa.

Berdasarkan data tahun 2025, produksi ikan yang didaratkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Poumako mencapai sekitar 3,1 juta kilogram dengan nilai produksi sebesar Rp28,9 miliar.
Keberhasilan ekspor ini disebutnya sebagai hasil kolaborasi KKP, Pemkab Mimika, Balai Karantina Papua Tengah, Dinas Kelautan dan Perikanan, TNI-Polri, Bea Cukai, dan instansi terkait lainnya.
Meki menargetkan Papua Tengah menjadi salah satu pusat ekonomi biru di Indonesia. Komitmen itu diperkuat dengan apresiasi nyata bagi nelayan lokal berupa hibah 10 kapal tangkap ikan pada tahun ini.
Selain ekspor, Meki Nawipa juga mendorong hilirisasi dan kemandirian nelayan. Saat panen raya di Paniai Juli 2025, Gubrtnur Papua Tengah menegaskan, tujuan kerja yang dilakukan pemerintah adalah untuk mensejahterahkan masyarakat.
Sebanyak tiga kontainer ikan Bawal hasil tangkapan nelayan diberangkatkan menuju pasar internasional Malaysia, sebagai tonggak sejarah baru bagi sektor kelautan dan perikanan Papua Tengah sekaligus menandai dimulainya pengembangan ekonomi biru di wilayah tersebut.
Pelabuhan Pomako di Mimika ditunjuk sebagai sentra pengembangan ekonomi usaha perikanan tangkap wilayah adat Meepago. Pemprov juga menyiapkan konektivitas lewat Bandara Douw Aturure Nabire sebagai airline hub untuk memangkas logistik dan menyatukan ekonomi Papua Tengah dengan Jakarta, Makassar, Ambon.
