JAKARTA, SPN — Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) resmi memperpanjang penutupan seluruh jalur pendakian Gunung Gede Pangrango hingga waktu yang belum ditentukan. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berpotensi terjadi selama musim kemarau.
Perpanjangan penutupan berlaku mulai 1 September 2026 berdasarkan Surat Edaran Kepala Balai Besar TNGGP Nomor SE.21 Tahun 2026. Sebelumnya, jalur pendakian telah ditutup dalam tiga periode sejak 7 hingga 31 Agustus 2026.
Kepala Humas Balai Besar TNGGP, Agus Deni, menegaskan bahwa keputusan tersebut mengutamakan aspek keselamatan pendaki sekaligus perlindungan ekosistem kawasan konservasi.
“Kegiatan pendakian masih ditutup sampai dengan waktu yang belum dapat ditentukan,” ujar Agus Deni.
Menurutnya, meski kebakaran di kawasan Alun-alun Suryakencana dan Kawah Wadon telah berhasil dipadamkan, vegetasi yang mengering akibat musim kemarau masih membuat kawasan sangat rentan terhadap kebakaran susulan. Petugas TNGGP juga terus melakukan pemantauan lapangan serta evaluasi jalur pendakian dan titik evakuasi.
Bagi calon pendaki yang telah melakukan pemesanan secara daring, Balai Besar TNGGP menyediakan mekanisme refund melalui WhatsApp resmi yang dikirim ke nomor pendaftar.
Pendakian Bersama Sispala Jakarta 2026 dibatalkan
Dampak dari kebijakan tersebut turut dirasakan komunitas pecinta alam. Forum Alumni Sispala Jakarta (FASTA) mengumumkan pembatalan Pendakian Bersama Sispala Jakarta 2026 yang semula dijadwalkan berlangsung pada 18–20 September 2026 di Gunung Gede Pangrango.
Dalam pengumuman resminya, panitia menyebut pembatalan dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap surat edaran Kementerian Kehutanan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta TNGGP.
“Perjalanan kita tunda, kelestarian alam kita jaga. Keselamatan peserta dan kelestarian kawasan adalah prioritas utama,” tulis Panitia Pendakian Bersama Sispala Jakarta 2026.
Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, Sispala, alumni, komunitas, dan relawan yang telah mendukung persiapan kegiatan. FASTA menegaskan pembatalan ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan penundaan hingga kawasan Gunung Gede Pangrango kembali dinyatakan aman untuk didaki. ***










