Operasi Gabungan Polres Nabire-Polda Papua Tengah, 186 Kasus 3C Berhasil Diungkap

Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu Bersama Jajaran Ungkap Kasus Kriminal (Foto : Istimewa)
Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu Bersama Jajaran Ungkap Kasus Kriminal (Foto : Istimewa)

Nabire, SPN – Polres Nabire bersama jajaran Polda Papua Tengah menggelar Operasi Patroli dan Penindakan Terpadu selama 2 minggu. Hasilnya, aparat berhasil mengungkap 186 kasus 3C yakni Curas, Curat, dan Curanmor di wilayah hukum Polres Nabire.

Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu,  dalam konferensi pers di Mapolres Nabire Rabu menjelaskan, dari total 186 kasus yang ditangani, sebanyak 83 kasus telah memasuki tahap penyidikan, sementara sisanya masih dalam proses penyelidikan.

Kepolisian akan terus meningkatkan patroli dan penindakan guna menekan angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Nabire.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, kata Kapolres, polisi berhasil mengamankan 24 unit sepeda motor hasil curian yang sebagian besar merupakan kendaraan jenis matic. Dari jumlah tersebut, 10 unit telah dikembalikan kepada pemiliknya melalui operasi yang dilakukan Satlantas Polres Nabire.

Jelajahi Keindahan Tropis Kepulauan Seribu
Ad ⓘ

Sementara kasus pencurian kendaraan bermotor, Polres Nabire telah menetapkan 14 orang sebagai tersangka. “Para pelaku kini menjalani proses hukum. Mayoritas tersangka bukan berasal dari Kabupaten Nabire. Namun identitas maupun asal daerah mereka belum dapat dipublikasikan karena masih berkaitan dengan proses penyidikan,” kata AKBP Samuel Tatiratu.

Dari hasil penyelidikan, pelaku curanmor didominasi kelompok usia muda, yakni antara 17 hingga di bawah 30 tahun. Polisi juga menemukan adanya jaringan pelaku baru yang berasal dari luar Kabupaten Nabire.

Menurut Kapolres Nabire, peningkatan tindak kriminal di Nabire dipengaruhi oleh berkembangnya daerah ini sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah yang berdampak pada meningkatnya mobilitas masyarakat.

Para pelaku curanmor didominasi kelompok usia muda, yakni antara 17 hingga di bawah 30 tahun. Polisi juga menemukan adanya jaringan pelaku baru yang berasal dari luar Kabupaten Nabire.

Polres Nabire telah memetakan sejumlah titik rawan terjadi pencurian kendaraan bermotor, yakni di kawasan BMW, Kalibobo Putaran 1, Kalibobo Putaran 2, dan Siriwini. Dari hasil pemetaan, kawasan BMW serta Kalibobo Putaran 1 dan 2 menjadi lokasi dengan tingkat kejadian curanmor tertinggi, diwilayah hukum Polres Nabire

No More Posts Available.

No more pages to load.