Bukan Sekadar Door-to-Door, Begini Cara Petugas LH di Pulau Sabira Ajak Warga Memilah Sampah

PJLP Sudin Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Agung, menenerima kantong pemilahan sampah kepada warga Pulau Sabira saat sosialisasi door to door guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Gerakan Pilah Sampah dari Sumber. Foto: Istimewa
PJLP Sudin Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Agung, menenerima kantong pemilahan sampah kepada warga Pulau Sabira saat sosialisasi door to door guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Gerakan Pilah Sampah dari Sumber. Foto: Istimewa

KEPULAUAN SERIBU, SPN — Program pemilahan sampah dari sumbernya kini tengah digencarkan di Pulau Sabira, RW 03 Kelurahan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu Utara. Langkah ini merupakan tindak lanjut konkret dari Instruksi Gubernur Tahun 2026 yang mewajibkan seluruh lapisan masyarakat untuk mengelola limbah rumah tangga berbasis sumber demi lingkungan yang lebih sehat.

Tantangan geografis yang cukup jauh dan kebiasaan lama membuat proses edukasi di Pulau Sabira tidaklah mudah. Agung, petugas PJLP dari Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kepulauan Seribu, mengakui bahwa pihaknya harus bekerja ekstra keras untuk mengubah perilaku warga agar mau memulai proses pemilahan sampah.

Berdasarkan data di lapangan, sejak instruksi tersebut disosialisasikan, telah sekitar 120 dari total 155 rumah yang ada di pulau tersebut yang mulai aktif memilah sampah. Angka ini menjadi tantangan tersendiri sekaligus motivasi bagi para petugas untuk terus memberikan pendampingan yang intensif kepada warga yang belum berpartisipasi.

“Memang masih bersifat door-to-door. Butuh waktu dan usaha lebih, saya melakukan sweeping setiap hari agar warga mau dan teredukasi untuk ikut memilah sampah,” ungkap Agung saat menceritakan kegiatannya di lapangan.

Untuk menembus hambatan komunikasi dan rasa enggan warga, Agung mengadopsi cara kreatif yang lebih relevan dengan perkembangan zaman. Selain turun langsung ke rumah-rumah warga, ia mulai memanfaatkan kekuatan media visual melalui konten video singkat yang ia buat sendiri saat melakukan sweeping.

Setiap kali melakukan edukasi, Agung mendokumentasikan proses pemilahan sampah yang benar. Video tersebut kemudian dibagikan ke grup-grup komunitas warga, sehingga pesan yang disampaikan tidak lagi terasa kaku atau bersifat instruksi satu arah.

Sponsored Banner Pulauseribu.co.id

Pendekatan digital ini terbukti efektif sebagai sarana edukasi visual. Warga dapat melihat secara langsung contoh nyata bagaimana proses pemilahan dilakukan di lingkungan rumah mereka sendiri, yang secara perlahan mulai menumbuhkan rasa kepedulian.

Kepala Seksi Peran Serta Masyarakat dan Penaatan Hukum Sudin LH Kepulauan Seribu, Riza Lestari Ningsih, menambahkan bahwa keberhasilan program ini memang sangat bergantung pada keterlibatan lintas sektor dan dukungan penuh dari tokoh-tokoh lokal.

“Program ini membutuhkan kesadaran bersama. Kami melibatkan pemangku kepentingan lokal seperti pihak kelurahan, RT/RW, hingga kader Jumantik dan Dasawisma untuk membantu proses penyuluhan agar menjangkau setiap sudut pulau,” jelas Riza.

Meskipun saat ini program tersebut masih bersifat voluntir atau sukarela, Sudin LH tetap berkomitmen untuk memberikan ruang dan pendampingan penuh. Pihak Sudin LH percaya bahwa pendekatan yang dilakukan secara konsisten akan membuahkan hasil jangka panjang bagi kelestarian lingkungan.

Riza mengaku optimis bahwa dengan kolaborasi yang kuat dan pendekatan personal yang kreatif, warga Pulau Sabira akan mampu melakukan hal yang sama seperti warga di pulau-pulau lainnya di Kepulauan Seribu yang telah lebih dulu sukses menerapkan budaya pilah sampah.

Upaya yang dilakukan di Pulau Sabira ini menjadi cerminan bahwa menjaga kebersihan laut dan pulau bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan dukungan teknologi dan ketelatenan para petugas, harapan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kepulauan Seribu kini semakin nyata di depan mata.