JAKARTA, SPN – Sebanyak 1.500 bibit yang terdiri dari 1.000 bibit mangrove dan 500 bibit lamun (seagrass) ditanam PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) di kawasan pesisir Pulau Pari, Kelurahan Pulau Pari, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Jumat (3/7). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus upaya mendukung pelestarian ekosistem pesisir dan mitigasi perubahan iklim.
Penanaman yang mengusung tema #NowForClimate itu dilaksanakan melalui kolaborasi dengan organisasi lingkungan Lindungi Hutan dan mitra petani Pulau Pari. Sebanyak 40 pekerja PHI dari berbagai fungsi turut terlibat langsung dalam proses penanaman.
Manager Environment PT Pertamina Hulu Indonesia, Kemas Adrian mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan praktik bisnis yang berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi.
“Perusahaan mendukung praktik bisnis yang berkelanjutan. Tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program rehabilitasi pesisir tersebut juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), di antaranya pengentasan kemiskinan, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, penanganan perubahan iklim, serta perlindungan ekosistem daratan.
Mangrove dan lamun memiliki peran penting sebagai penyerap karbon biru (blue carbon) yang mampu menyimpan karbon dalam jumlah besar dalam jangka panjang. Selain itu, kedua ekosistem tersebut menjadi habitat berbagai biota laut, menjaga kualitas perairan, melindungi garis pantai dari abrasi, serta mendukung produktivitas perikanan masyarakat pesisir.
Perwakilan mitra petani Pulau Pari mengapresiasi dukungan PHI terhadap rehabilitasi lingkungan di wilayahnya. Menurut mereka, penanaman mangrove dan lamun memberikan manfaat dalam mengurangi abrasi sekaligus membantu memulihkan ekosistem pesisir yang mengalami degradasi.
PHI berharap program tersebut dapat memberikan manfaat ekologis melalui perlindungan habitat pesisir dan peningkatan cadangan karbon biru, sekaligus menghadirkan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Pulau Pari dan Kepulauan Seribu. ***
