Polisi Selidiki Tantangan Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol

JAKARTA, SPN – Kepolisian menyelidiki video viral yang memperlihatkan tantangan hafalan Al-Qur’an dengan hadiah minuman keras (miras) di stan Newport dalam festival musik The Sounds Project di kawasan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

Kapolsek Pademangan AKP Daniel mengatakan pihaknya telah mengetahui video tersebut dan masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kejadian yang sebenarnya.

“Kami sedang cek dan lidik kejadiannya. Masih kami dalami ya,” kata Daniel saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/2026).

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara Ipda Maryati Jonggi mengatakan Unit Reskrim Polsek Pademangan saat ini masih mengumpulkan bukti dan keterangan terkait kejadian tersebut.

“Terkait berita tersebut, Unit Reskrim Polsek Pademangan sedang melakukan penyelidikan. Menunggu hasil penyelidikan seperti apa, nanti kami informasikan lebih lanjut,” ujarnya.

Maryati mengatakan kemungkinan pemeriksaan terhadap pemilik stan maupun pihak penyelenggara The Sounds Project akan ditentukan berdasarkan hasil penyelidikan.

Kronologi

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang pengunjung perempuan mengikuti tantangan di stan Newport pada Minggu (9/8/2026).

Dalam video tersebut, pengunjung itu melafalkan Surah Ad-Duha. Setelah menyelesaikan hafalan, ia disebut memperoleh hadiah berupa minuman beralkohol.

Peristiwa tersebut kemudian mendapat perhatian publik karena melibatkan hafalan Al-Qur’an dalam sebuah tantangan yang memberikan hadiah minuman keras.

Sementara itu, MC stan Newport bernama Ega telah menyampaikan permintaan maaf melalui akun Threads @aqueer_.

Ega menjelaskan kejadian tersebut bermula ketika dirinya sedang berinteraksi dengan pengunjung saat jeda acara. Seorang pengunjung yang mengenakan pakaian putih kemudian mengambil mikrofon yang digunakannya.

Pengunjung tersebut selanjutnya memberikan tantangan kepada pengunjung lain untuk melafalkan salah satu surah dalam Al-Qur’an dengan imbalan sebotol minuman keras.

Ega mengakui dirinya tidak segera mengambil kembali mikrofon tersebut. Ia menyebut hal itu sebagai kelalaian dalam menjalankan tugas sebagai MC yang bertanggung jawab memastikan kegiatan di stan berjalan sesuai konsep.

Ia kemudian menyampaikan permintaan maaf dan mengatakan kejadian tersebut menjadi pembelajaran agar lebih sigap dalam mengendalikan situasi saat bertugas.

Polisi hingga kini masih mendalami kejadian tersebut untuk memastikan kronologi dan pihak-pihak yang terlibat. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.