JAKARTA, SPN — Pemerintah Kota Jakarta Timur memastikan relokasi pedagang ikan yang selama ini berjualan di sepanjang Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, akan segera dilakukan. Sebanyak 193 pedagang akan dipindahkan ke Lokasi Binaan (Lokbin) Kramat Jati yang kini tengah dirapikan dan ditargetkan siap beroperasi pada akhir pekan.
Kepala Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Timur, Andi Ahmad Refi, mengatakan progres penataan Lokbin telah mencapai sekitar 80 persen. Perbaikan dilakukan agar pedagang memperoleh tempat usaha yang lebih layak, tertata, dan aman.
“Pada prinsipnya Lokbin Kramat Jati sudah siap untuk menampung pedagang ikan yang biasa berjualan di pinggir Jalan Raya Bogor,” ujar Refi dikutip dari situs resmi pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Berdasarkan pendataan, terdapat 193 pedagang yang menjual ikan, kerang, kepiting, dan komoditas hasil laut lainnya di sepanjang Jalan Raya Bogor. Meski Lokbin memiliki 143 kios, seluruh pedagang dipastikan dapat tertampung dengan mengoptimalkan area los.
Untuk mendukung fungsi Lokbin sebagai sentra perdagangan ikan, pedagang buah pisang dan komoditas lain yang saat ini menempati lokasi tersebut akan dipindahkan ke Pasar Kramat Jati. Dengan demikian, aktivitas jual beli di Lokbin akan lebih terfokus pada komoditas perikanan.
Selain itu, kawasan telah dilengkapi 16 unit CCTV guna meningkatkan keamanan dan memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung.
Pemerintah Kota Jakarta Timur berharap relokasi ini dapat mengakhiri aktivitas berdagang di bahu dan badan Jalan Raya Bogor, sekaligus menciptakan lalu lintas yang lebih tertib serta lingkungan perdagangan yang lebih rapi. ***







