Puisi Dalam Lagu, Sebuah Perspektif

Avatar photo

Sosialisasi Puisi Lewat Lagu

Di sinilah saya perlu waktu ekstra, seperti kesabaran, kejelian, dan yang paling penting adalah telaten dalam hal rutinitas seputar itu ke itu.

Selain itu, saya ingin mensosialisasikan puisi lewat lagu. Artinya, orang yang malas membaca puisi, mungkin bisa menikmati puisi yang sudah dikemas menjadi lagu.

Ketiga, sebagai bentuk dokumentasi saya, seperti yang pernah saya lakukan antara tahun 1980-an hingga 2000-an pada saat media cetak (koran & majalah) masih diperhitungkan, saya mengkliping semua karya sastra, baik puisi maupun cerpen.

Termasuk kritik sastra, esai dan artikel tentang sastra, dan seni pada umumnya. Adapun kliping yang saya buat mencapai puluhan ribu karya.

Kemungkinan besar, kliping sastra yang saya buat sebagai dokumentasi pribadi, merupakan kliping terbanyak yang dibuat secara pribadi (bukan lembaga).

Kini, semua kliping sastra itu sudah saya serahkan semua kepada Rg Bagus Warsono selaku Kurator Lumbung Puisi untuk bisa dijadikan bahan acuan tentang sastra ke depan.

Nah, yang saya lakukan saat ini dengan mengubah puisi jadi lagu, juga sebagai bentuk dokumentasi. Karena puisi yang dijadikan lagu itu saya dokumentasikan lewat YouTube.

Mengapa lewat youtube? Tentu semua orang tahu, bahwa saat ini hampir setiap hari orang membuka youtube. Dari sekian juta orang pasti akan ada yang nyasar membuka youtube yang berisi “Puisi dalam Lagu”.

Tanpa disadari mereka menyimak puisi yang sudah dipermak jadi lagu. Itu artinya, secara tidak langsung saya mengenalkan banyak puisi lewat youtube.

Atas dasar itulah, saya perlu berbuat sesuatu untuk puisi, agar puisi bisa didengar luas, yang saya kemas lewat “Puisi dalam Lagu”.

Apa yang saya lakukan itu sudah berjalan selama satu tahun lebih, dan telah mendokumentasikan puisi dalam lagu di youtube hingga mencapai lima ratus lebih.

Adapun puisi-puisi yang sudah dijadikan lagu adalah karya para penyair Indonesia, di antaranya karya Rg Bagus Warsono, Wardjito Soeharso. Naim Emel Prahana, Eka Budianta, Eko Tunas, Nanang Ribut Supriyatin, Bambang Widiatmoko, Sukardi Wahyudi, Pulo Lasman Simanjuntak, Hudan S. Chudori, Isbedy Stiawan ZS, Acep Syaril, R. M. Sudarmono, Enthieh Mudakir, Nurhadi eMsA, Ngakan Made Kasih Sidan, Kijoen, Nana Sastrawan, Heru Patria, Wanto Tirta, Khalid Alrasyid, Sartikah, Putri Bungsu, Indri Yuswandari, Puspasari, Sri Wahyu Wardani, Indah Sari, dan lain-lain.

Terima kasih kepada para penyair yang telah menyumbangkan karyanya lewat “Puisi dalam Lagu” sebagai bentuk kepedulian dan apresiasinya. Itu artinya bahwa puisi masih berdenyut, dan bisa dinikmati. Salam puisi!