JAKARTA, SPN — PT Pertamina (Persero) mendukung langkah pemerintah dalam mempercepat penyelesaian persoalan sampah nasional melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Salah satu proyek yang akan dikembangkan berada di kawasan Kertamantul yang meliputi Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul. Dalam proyek tersebut, Pertamina berperan sebagai anchor off taker untuk mendukung pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero) Agung Wicaksono menyampaikan komitmen tersebut dalam forum Waste to Energy Talks, Kamis (16/7).
Menurutnya, keterlibatan Pertamina dalam program PSEL merupakan bagian dari upaya menghadirkan solusi energi sekaligus menjawab tantangan lingkungan di kawasan perkotaan.
“Pertamina menjadi salah satu perusahaan yang terlibat dalam program PSEL melalui proses seleksi yang kompetitif bersama perusahaan nasional maupun internasional,” ujar Agung.
Ia menjelaskan, proyek PSEL Kertamantul akan mengelola timbulan sampah dari tiga wilayah tersebut yang mencapai lebih dari 1.000 ton per hari. Sampah nantinya akan diolah menggunakan teknologi insinerator untuk menghasilkan energi listrik.
Koordinator Nasional Program Waste to Energy, Zulkifli Hasan, mengatakan penyelesaian persoalan sampah menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Menurutnya, Indonesia masih menghadapi tantangan besar karena sebagian wilayah perkotaan masih menerapkan sistem pembuangan sampah terbuka (open dumping).
“Pemerintah menargetkan persoalan sampah dapat ditangani secara bertahap hingga 2029,” kata Zulkifli.
Ia menjelaskan, teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik telah diterapkan di berbagai negara selama puluhan tahun.
Pemerintah juga membentuk satuan tugas Waste to Energy untuk mempercepat penyelesaian berbagai hambatan regulasi.
Melalui program PSEL, pemerintah berharap pengelolaan sampah tidak hanya mengurangi beban tempat pembuangan akhir, tetapi juga menghasilkan energi alternatif yang mendukung ketahanan energi nasional. ***



