JAKARTA, SPN – Pasar kripto kembali diguncang aksi jual besar-besaran pada perdagangan Jumat, 6 November 2026. Bitcoin (BTC) anjlok ke kisaran US$76.257, melemah sekitar 5,3 persen dalam 24 jam terakhir, setelah sempat mendekati US$81.000.
Berdasarkan data CoinGecko, Bitcoin sempat menyentuh level terendah US$75.572 dan tertinggi US$80.881 dalam sehari. Dalam rupiah, Bitcoin diperdagangkan di kisaran Rp1.385.980.919 di Pluang, turun 5,12 persen.
Tekanan juga menghantam altcoin utama. Ethereum (ETH) turun lebih dalam, 7,07 persen ke Rp40.696.000 atau sekitar US$2.254. Solana turun 6,78 persen, XRP turun 5,60 persen, dan BNB turun 3,27 persen ke US$692,51. Total kapitalisasi pasar kripto anjlok 4,6 persen menjadi sekitar US$2,57 triliun.
Penyebab utama kejatuhan adalah aksi jual saham AI dan semikonduktor di Wall Street. Nasdaq anjlok 5,5 persen, S&P 500 turun 4,4 persen, dan saham Nvidia ambruk lebih dari 9 petsen. Kepanikan ini memicu likuidasi kripto senilai lebih dari US$574 juta hanya dalam satu jam.
Hari ini pasar menanti dua momentum besar. Pertama, rilis data Nonfarm Payrolls AS yang diperkirakan bertambah 65.000 lapangan kerja. Kedua, kedaluwarsa opsi Bitcoin senilai US$2,65 miliar di Deribit pukul 15.00 WIB, dengan level max pain di US$79.000.
Analis menilai support penting Bitcoin ada di US$75.600 – US$75.000, sementara resistance di US$80.000 – US$81.300.







