Peluncuran dan Diskusi Dua Antologi Puisi LK.Ara, Syair Riwayat Sultanah Safiatuddin dan Restu

Avatar photo

Selain menulis, L K Ara turut berperan dalam pelestarian seni tradisi Aceh, khususnya budaya Gayo. Ia kerap mengangkat tokoh, tempat, dan legenda lokal ke dalam puisinya, sehingga karya-karyanya menjadi dokumentasi kultural yang hidup. Baginya, puisi adalah cara menjaga ingatan kolektif agar tidak roboh oleh zaman.

Di usia lanjut, semangat berkaryanya tetap menyala. Ia juga memanfaatkan media digital, termasuk kanal YouTube, untuk membagikan puisi, refleksi budaya, dan dokumentasi seni tradisi kepada generasi muda. Hal ini menunjukkan komitmennya bahwa sastra harus terus bergerak mengikuti zaman tanpa kehilangan ruhnya.

Melalui perjalanan panjangnya, L K Ara dipandang sebagai salah satu suara penting dalam lanskap sastra Aceh kontemporer—seorang penyair yang menulis dengan hati, mengajar dengan pengalaman, dan merawat cahaya tradisi dalam kata-kata. ‎

Pada th 2019 ia menerima Anugerah Kebudayaan Republik Indonesia sebagai maestro Seni Tradisi Gayo.(Lasman)