LS : Apakah mendengarkan musik membantu anda mengatasi efek dari Asperger? Jika ya, bagaimana?
AS : Saya rasa Asperger saya telah memengaruhi respons dan kebutuhan mendalam saya akan musik. Ketika saya belum sekolah sejauh yang saya ingat, dunia berasa benar-benar kacau dan tidak berarti bagi saya, tetapi semuanya bisa disatukan ketika saya mendengarkan musik. Hanya musik yang “masuk akal’ sementara segala sesuatu di sekitar saya tampak membingungkan dan menakutkan. Sepertinya saya terlahir dengan kemampuan untuk memahami musik, setidaknya sesuai keinginan saya sendiri, jauh sebelum saya mempelajarinya secara teknis.
LS : Apakah ini umum terjadi pada orang dengan sindrom ini?
AS : Asperger itu sangat luas. Ada pengidap yang memiliki indra penciuman yang sangat tajam. Ada yang sangat tertarik pada detail visual, misalnya pelukis Anfield Wibowo atau di Amerika Andy Warhol. Menurut pengamatan saya, para Aspie (sebutan untuk para pengidap Asperger’s Syndrome) sangat tertarik pada sebagian elemen kehidupan tetapi tidak menyadari sebagian besar sisanya. Kita dapat fokus pada satu hal dengan intensitas tinggi sementara seluruh dunia berlalu begitu saja.
LS : Anda telah berbicara tentang menjadi sistematis. Apakah anda lebih suka mendengarkan musik dengan cara tertentu?
AS : Saya dapat menikmati musik pada level apa pun, tapi saya justru terganggu dengan musik yang diputar sebagai latar belakang seperti di restoran atau hotel. Dengan berjalannya usia, saya telah belajar untuk mengabaikan musik yang tidak saya sukai.
Semua itu berubah jika saya sedang menonton sebuah konser (musik klasik). Di situ saya mendengarkan dengan sangat saksama dan mencerna banyak hal, memperlakukannya seolah-olah saya adalah seorang seniman yang sedang membuat sketsa kehidupan. Saya mendengarkan setidaknya dalam dua cara berbeda secara bersamaan: fokus detailnya (tiap not, melodi, harmoni, artikulasi dll), dan yang lebih penting lagi adalah memperhatikan struktur / bentuk keseluruhannya. Ini ibarat hutan dan pepohonan: memperhatikan keduanya untuk menikmati efek total dari sebuah pertunjukan. Saya bisa bosan dengan konser yang secara teknis sempurna tetapi tidak memiliki karakter, dan lebih menikmati pertunjukan yang agak ceroboh sana sini tetapi berkarakter, beridentitas kuat dan sangat menyentuh hati saya.
LS : Anda adalah seorang pendidik, dosen tamu di beberapa universitas / konservatorium. Apakah anda menemukan bahwa mahasiswa saat ini lebih sadar dan menerima sindrom Asperger daripada generasi sebelumnya?






