“Tahun ini kuota FLPP untuk rumah subsidi juga ditingkatkan dari 220.000 unit menjadi 350.000 unit. Misalnya untuk pembangunan satu unit rumah dibangun oleh minimal dibangun oleh 5 pekerja sehingga akan membuka 1,65 juta lapangan kerja belum termasuk ibu-ibu yang membuka usaha warung dan pekerja di toko material serta supir dan kernet yang bertugas mengirimkan bahan material bangunannya termasuk industrinya,” terangnya.
Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya N Bakrie mengaku sangat mengapresiasi adanya Sosialisasi KUR Perumahan yang terus dilaksanakan Kementerian PKP. Menurutnya, kunci keberhasilan pembangunan Indonesia khususnya sektor perumahan adalah gotong royong dan tingginya biaya modal selalu menjadi penghambat bagi para pengusaha sehingga adanya KPP ini sangat membantu dibanding bunga komersial perbankan.











