Longsor Tutup 27 Titik, PU Kerahkan 57 Alat Berat Buka Akses Trans Papua Jayapura–Wamena

Avatar photo
Alat berat dikerahkan untuk tangani longsor yang menutup ruas Jalan Trans Papua Jayapura–Wamena (foto birkom pu)
Alat berat dikerahkan untuk tangani longsor yang menutup ruas Jalan Trans Papua Jayapura–Wamena (foto birkom pu)

Jakarta – Pemerintah bergerak cepat menangani longsor yang menutup ruas Jalan Trans Papua Jayapura–Wamena, jalur vital penghubung wilayah Provinsi Papua dan Papua Pegunungan. Longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi sejak Sabtu (7/2/2026) hingga Minggu (8/2/2026), yang menyebabkan material tanah dan batu menutup badan jalan di sejumlah titik.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemulihan konektivitas menjadi prioritas utama karena ruas tersebut merupakan jalur strategis bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

“Konektivitas harus segera dipulihkan agar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat tidak terganggu terlalu lama. Kami mengerahkan seluruh sumber daya yang diperlukan untuk percepatan penanganan,” ujar Dody (12/02/2026)

Melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Papua–Papua Pegunungan, penanganan darurat langsung dilakukan dengan pembersihan material longsor, perbaikan lereng dan drainase, pemasangan sandbag, penimbunan kembali badan jalan, hingga penggantian jembatan Bailey yang terdampak.

Hasil identifikasi di lapangan mencatat sedikitnya 27 titik longsor tersebar di sepanjang ruas tersebut, dengan tingkat kerusakan bervariasi. Beberapa lokasi terdampak berada di kawasan tanjakan Area Camp Pemilu, Tanjakan Yahuli, Area Camp 90, Camp 80, serta sekitar Jembatan Kali Kil dan Kampung Wara.

Baca Juga :  BSN Resmi Ekspansi ke Ekosistem Ekonomi Muhammadiyah

Untuk mempercepat pembukaan akses, tim di lapangan bersama PT Hutama Karya mengerahkan 57 unit alat berat, terdiri dari 48 excavator dan 9 dozer. Pengerahan difokuskan pada pembersihan material berat, stabilisasi lereng, dan penanganan titik-titik dengan timbunan besar.

Proses penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan faktor cuaca dan kondisi lereng guna memastikan keselamatan pekerja maupun pengguna jalan. Selain langkah darurat, Kementerian PU juga melakukan evaluasi teknis untuk memperkuat sistem drainase dan mitigasi risiko longsor di masa mendatang.

Pemerintah menargetkan akses Trans Papua Jayapura–Wamena dapat segera kembali normal agar mobilitas warga serta distribusi kebutuhan pokok di wilayah pegunungan tetap terjaga.