Aceh Utara SPN — Pemerintah mempercepat pemulihan layanan air bersih di Kabupaten Aceh Utara pascabencana banjir yang sempat mengganggu operasional Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Langkahan. Selain penanganan darurat, pemerintah juga menyiapkan pembangunan SPAM baru berkapasitas lebih besar guna memastikan layanan air minum semakin andal dan berkelanjutan.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau langsung SPAM Langkahan, Selasa (25/2), untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal dan masyarakat kembali memperoleh akses air minum yang layak.
SPAM Langkahan yang berlokasi di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Langkahan, memiliki kapasitas 20 liter per detik dengan sumber air baku dari Sungai Krueng Jambo Aye. Sistem ini melayani dua kecamatan, yakni Langkahan dan Tanah Jambo Aye, dengan total sekitar 3.600 sambungan rumah.
Namun pascabanjir, sedimentasi tinggi dan perubahan morfologi sungai menyebabkan instalasi pengolahan air mengalami kelebihan kapasitas serta gangguan pada intake dan pipa sadap. Pemerintah melalui Balai Penataan Bangunan dan Prasarana Kawasan Aceh segera melakukan penanganan darurat agar distribusi air kembali berjalan.
“Jadi, beberapa bulan lalu saya ke sini masih belum seperti ini. Untuk sekarang, intake-nya sudah mulai dibangun walaupun masih darurat. Dan air sudah mulai mengalir ke masyarakat, meskipun memang belum sempurna,” kata Menteri Dody.
Saat ini, layanan air telah kembali menjangkau sekitar 1.500 sambungan rumah di tiga desa. Pemerintah menargetkan dalam waktu dekat cakupan distribusi bertambah ke tujuh desa lainnya ke arah Jambo Aye. Pemulihan dilakukan bertahap, termasuk perbaikan jaringan pipa yang tertutup lumpur atau mengalami kebocoran.
“Sekarang telah melayani sekitar 1.500-an SR. Jadi selain kita menangani masalah SPAM, kita juga harus menangani masalah sambungan ke rumah-rumahnya. Sebab banyak yang tertutup lumpur, ada yang bocor, ada yang harus dipotong dan diganti. Untuk saat ini memang baru menjangkau 3 desa, namun rencananya dalam waktu dekat ada 7 desa lagi. Kita upayakan secepatnya supaya layanannya bisa kembali lagi seperti semula,” ujar Menteri Dody.
Menteri Dody juga meminta peningkatan kualitas pengolahan air agar distribusi yang diterima masyarakat semakin optimal, meski masih dalam kondisi tanggap darurat.
“Kualitas sebenarnya sudah bagus, tapi menurut saya pribadi masih agak keruh. Jadi saya minta Kepala Balai Cipta Karya untuk menambah beberapa filter dan chemical supaya kualitasnya lebih baik lagi. Walaupun masih kondisi tanggap darurat, air yang kita salurkan ke masyarakat harus dapat membantu melayani kebutuhan sehari-hari,” tegasnya.
Sebagai langkah strategis jangka menengah, pemerintah akan membangun SPAM IKK Langkahan baru berkapasitas 50 liter per detik untuk memperkuat sistem yang ada. Pembangunan direncanakan dimulai pada awal Tahun Anggaran 2026.
“Sementara waktu, kita akan menambah lagi SPAM di sampingnya dengan kapasitas 50 liter per detik. Mudah-mudahan kita upayakan sebelum akhir tahun bisa selesai. Untuk yang eksisting tetap kita manfaatkan, kapasitasnya 20 liter per detik. Ditambah 50 liter per detik, mudah-mudahan seluruh masyarakat di daerah ini bisa terlayani kebutuhan air bersihnya selama 24 jam,” jelas Menteri Dody.
SPAM baru tersebut akan dibangun bersebelahan dengan fasilitas eksisting dengan desain yang lebih modern dan efisien. Fasilitasnya meliputi instalasi pengolahan air berkapasitas 50 liter per detik, intake, jaringan transmisi dan distribusi utama, reservoir beton 600 meter kubik, rumah pompa, rumah genset, rumah bahan kimia, hingga bangunan pendukung lainnya.
Dengan pemulihan sistem yang ada dan pembangunan kapasitas tambahan, pemerintah optimistis layanan air minum di Aceh Utara dapat kembali normal sekaligus lebih tangguh menghadapi risiko bencana di masa mendatang.
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Jember SPN— Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan kesiapan mendukung pembangunan Flyover Mangli di…

Bireuen — Kementerian Pekerjaan Umum bergerak cepat merespons kerusakan jembatan darurat di Gampong Salah Sirong,…

Jakarta — Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat pembangunan 1.301 unit rumah hunian bagi masyarakat terdampak bencana…








