Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum terus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional dengan memperluas pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi. Sepanjang 2025, pembangunan irigasi telah menjangkau 589.605,80 hektare lahan pertanian, dan pada 2026 ditargetkan meningkat hingga 750.000 hektare.
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan infrastruktur irigasi menjadi kunci dalam menjaga stabilitas produksi pertanian sekaligus mendukung upaya swasembada pangan nasional. Menurutnya, ketersediaan air yang terjamin akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas lahan dan kesejahteraan petani.
“Capaian ini merupakan wujud komitmen kami dalam memastikan infrastruktur mendukung ketahanan pangan, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Dody. Pada siaran pers (11/02/2026)
Tak hanya fokus pada irigasi, pemerintah juga memperkuat distribusi hasil pertanian melalui peningkatan konektivitas jalan daerah. Melalui pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025, pada 2025 telah ditangani jalan sepanjang 711,02 kilometer serta pembangunan jembatan sepanjang 148,42 meter.
Pada 2026, dengan usulan anggaran sebesar Rp15 triliun, pemerintah menargetkan peningkatan jalan sepanjang 2.191 kilometer, pembangunan jalan baru 231 kilometer, serta pembangunan jembatan sepanjang 589 meter. Upaya ini diharapkan mampu menekan biaya logistik dan memperlancar distribusi hasil pertanian dari sentra produksi ke pasar.
Di sektor pendidikan, dukungan infrastruktur juga terus digencarkan. Melalui Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025, sebanyak 556 unit madrasah telah direhabilitasi dari total 1.420 unit yang ditangani. Sementara itu, melalui Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025, sebanyak 166 unit Sekolah Rakyat rintisan telah diselesaikan dan pembangunan 104 unit permanen masih berlangsung.
Penguatan infrastruktur pangan juga dilakukan di wilayah timur Indonesia. Melalui Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025, pemerintah mempercepat pembangunan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Wanam di Provinsi Papua Selatan. Sepanjang 2025, pembangunan mencakup peningkatan jalan dan jembatan sepanjang 20 kilometer, infrastruktur pengendalian banjir sepanjang 21 kilometer, serta jaringan irigasi sepanjang 20 kilometer yang mendukung pengembangan ribuan hektare lahan pertanian.
Program tersebut menjadi bagian dari target pengembangan kawasan pangan hingga 10.000 hektare di Papua Selatan, sekaligus memperkuat posisi wilayah tersebut sebagai salah satu lumbung pangan baru nasional.
Dengan perluasan jaringan irigasi dan peningkatan konektivitas antarwilayah, pemerintah optimistis fondasi ketahanan pangan nasional akan semakin kokoh dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.







