ACEH SPN – Polri bersama BNN dan Bea Cukai membongkar laboratorium narkotika tersembunyi (clandestine lab) di Pidie, Aceh, kapasitas produksi 1,2 ton sabu.
Operasi gabungan digerebek 21 Oktober 2026 di 2 ruko Desa Beureueh Dua, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, dan 4 lokasi lain di Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe.
Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto meninjau lokasi Jumat (23/10/2026).
“Apabila 1,2 ton atau 1.200.000 gram sabu ini beredar dengan harga pasaran rata-rata Rp1,8 juta per gram, maka total value ekonomis yang berhasil kita gagalkan hampir mencapai Rp2,16 triliun,” ujar Suyudi.
“Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa Indonesia bukan lagi sekadar pasar, melainkan telah menjadi target lokasi produksi jaringan internasional,” tegasnya.
Jaringannya yakni China, Malaysia, Indonesia, Golden Triangle. Kerja sama dengan National Narcotics Control Commission (NNCC) Tiongkok.
Sehari sebelumnya Kapolri ungkap 1,16 ton ketamin senilai Rp3,48 triliun di Pelabuhan Belawan, Sumut, dari kapal MT Global 168, 58 karung, 8 awak kapal (7 WNI dan 1 WNA Taiwan). Total 2,2 ton narkoba (1,1 ton sabu dan 1,16 ton ketamin) dalam 2 hari.









