AMBON, SPN – Paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Maluku mulai berdampak serius pada kesehatan warga. Dinas Kesehatan Kota Ambon mencatat kasus ISPA tembus 800 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr Johan S. Norimarna, mengatakan peningkatan kasus ISPA ditemukan hampir di seluruh puskesmas yang tersebar di lima kecamatan.
“Terakhir itu sekitar 800-an, antara 600 dan 800. Memang ada peningkatan,” kata Johan di Ambon.
Angka ini naik dari September 2026 yang berada di kisaran 600 kasus, dan awal September hampir 700 pasien.
“Untuk jumlah kasus ISPA di Ambon itu sejak awal September memang ada peningkatan kasus dari hampir 700 pasien ke 800 lebih,” kata Johan.
Kelompok Rentan Paling Beresiko:
– Balita
– Anak-anak
– Lansia
– Ibu hamil
– Orang dengan riwayat asma dan bronkitis
“Kelompok rentan ini balita, anak-anak, lansia, ibu hamil, orang dengan riwayat asma dan bronkitis. Mereka yang paling rentan dari kabut asap,” kata Johan.
Dinas Kesehatan Provinsi Maluku juga menghimbau warga untuk kurangi aktivitas diluar rumah.
“Kurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak, terutama bagi anak-anak, balita, lansia, ibu hamil, serta orang dengan riwayat penyakit asma dan penyakit paru,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr Elna Anakotta.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan kelompok rentan seperti balita, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit penyerta seperti asma, bronkitis, dan PPOK memiliki risiko paling tinggi mengalami komplikasi berat akibat paparan partikel halus PM2.5 dari asap karhutla yang mampu menembus hingga bagian terdalam paru-paru.
Akademisi Kesehatan Masyarakat Universitas Hein Namotemo Tobelo, Malik Yunus, menjelaskan:
“Yang paling rentan adalah anak-anak, ibu hamil, dan lansia,” tegas Malik Yunus.
“Kalau dibiarkan tanpa penanganan, ISPA bisa berkembang menjadi bronkitis dan pneumonia. Ini yang harus dicegah,” jelasnya.
Bahaya Kabut Asap:
Asap mengandung PM10, PM2.5, ozon, karbon monoksida, senyawa karsinogenik.
Gejalanya adalah batuk, sesak, nyeri tenggorokan, demam, mata perih, bisa berkembang pada ISPA, bronkitis dan pneumonia.
Untuk itu masyarskat di harapkan selalu memaiai masker saat beraktivitas diluar rumah, jangan olahraga luar ruangan, tutup pintu dan jendela, perbanyak minum air putih, segera ke puskesmas / Rumah Sakit jika sesak napas, batuk berkepanjangan, mata perih.









