MERAUKE, SPN – Jalan akses menuju pusat Pemerintahan Provinsi Papua Selatan di Salor, Kabupaten Merauke, ditargetkan rampung November 2026.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan pembangunan akses jalan ini menjadi prioritas untuk mendukung konektivitas Daerah Otonom Baru (DOB) Papua Selatan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Papua Selatan Andre Sahat Tua Sirait mengatakan, penyelesaian kedua segmen pada tahun 2026 menjadi tahap penting untuk memastikan akses menuju pusat pemerintahan Papua Selatan semakin memadai.
Menurut Andre, jalur tersebut memiliki peran strategis karena menjadi penghubung dari jaringan jalan nasional menuju kawasan inti pemerintahan provinsi.
“Kita masih mempunyai tugas untuk menyelesaikan pembangunan jalan menuju daerah otonom baru. Pekerjaan itu masih berjalan dan menjadi pekerjaan rumah kita,” katanya.
Penanganan jalan dilaksanakan melalui Direktorat Jenderal Bina Marga pada ruas strategis Simpang Kuprik – Kampung SP9 – SP3 Salor. Ruas ini menghubungkan pusat Kabupaten Merauke dengan Kantor Gubernur Papua Selatan sehingga vital untuk mobilitas aparatur dan masyarakat.
Sementara itu,vMenteri PU Dody Hanggodo menyebut penanganan dibagi dua paket rekonstruksi. Paket pertama Segmen 4 sepanjang 5 km dengan progres 56,13 persen, dan paket kedua sepanjang 6,8 km progres 50,42 persen. Kedua paket ditargetkan PHO 31 Desember 2026 dengan pengawasan mutu ketat.
“Pembangunan DOB perlu didukung dengan infrastruktur yang memadai. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah penting agar pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan,” kata Menteri Dody.
Selain infrastruktur jalan, Kementerian PU juga akan mendukung penyediaan fasilitas air bersih melalui kolam retensi dan penataan kawasan pemerintahan yang nyaman dan terintegrasi.









