DEIYAI, SinarPagiNews – Kepolisian Resor Deiyai bersama Satuan Brimob Polda Papua Tengah memperketat patroli gabungan di wilayah Distrik Tigi Timur dan Tigi Barat untuk mencegah bentrokan susulan antar kelompok pemuda.
Kapolres Deiyai Kompol Sarifudin Ahmad mengatakan, penguatan patroli dilakukan setelah adanya gesekan antar pemuda di perbatasan dua distrik tersebut yang sempat memicu ketegangan warga beberapa hari terakhir.
“Kami bersama Brimob perkuat patroli dialogis dan sambang ke titik-titik rawan di Tigi Timur dan Tigi Barat. Tujuannya mencegah aksi balasan dan menjaga situasi tetap kondusif,” ujar Sarifudin, Selasa (13/10/2026).
Sebanyak 1 SSK Brimob dan personel Polsek Tigi dikerahkan melakukan patroli malam hingga dini hari di Kampung Egepa, Waitakotu, Waghete dan sekitarnya. Polisi juga mendirikan pos penyekatan sementara di jalur penghubung Tigi Timur – Tigi Barat.
Menurut Sarifudin, kedua kelompok pemuda yang terlibat sudah dimediasi melalui tokoh adat, kepala kampung, dan tokoh gereja. Kesepakatan damai ditempuh melalui jalur adat Deiyai dengan komitmen tidak melakukan aksi balas dendam.
“Kami sudah kumpulkan kedua belah pihak, tokoh adat dan kepala kampung Watiai dan Egepa. Mereka sepakat selesaikan secara adat dan kami kawal. Jika ada yang coba provokasi lagi, kami tindak tegas,” tegasnya.
Polres Deiyai juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi hoaks di media sosial. Warga diminta segera melapor ke Bhabinkamtibmas atau Polsek Tigi jika menemukan pergerakan massa mencurigakan.
Hingga saat ini, situasi di Kabupaten Deiyai dilaporkan aman terkendali. Aktivitas masyarakat, sekolah dan pelayanan kesehatan kembali normal. Aparat gabungan TNI-Polri tetap siaga di sekitar Kota Waghete.
“Menjaga keamanan bukan hanya tugas Polri. Kami minta kerja sama masyarakat Deiyai bersama-sama jaga Kamtibmas demi terciptanya kehidupan yang nyaman, aman dan tenteram,” pungkas Sarifudin.










